Peh Cun Mengenang Jasa Qu Yuan Pejabat yang Cinta Tanah Air

Ratusan umat Khonghucu berbondong-bondong mendatangi Kelenteng Shen Mu Miao Tanjung Bunga Pangkalpinang,

Peh Cun Mengenang Jasa Qu Yuan Pejabat yang Cinta Tanah Air
bangkapos.com/Ardhina Trisila Sakti
Umat Khonghucu mengantri membasuh wajah dari air yang telah didoakan rohaniawan serta mendirikan telur tepat pukul 12.00 di Kelenteng Shen Mu Miao Tanjung Bunga Pangkalpinang 

Laporan wartawan Bangka Pos, Ardhina Trisila Sakti

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Ratusan umat Khonghucu berbondong-bondong mendatangi Kelenteng Shen Mu Miao Tanjung Bunga Pangkalpinang, Selasa (30/5).

Warga datang untuk mengikuti sembahyang perayaan Duan Wu (Peh Cun) untuk memperingati tanggal lima bulan lima 2568 Kongzili.

Ratusan umat Konghucu sembahyang di depan altar yang dipimpin oleh rohaniawan. Tahun ini perayaan Pek Cun di Kota Pangkalpinang berlangsung meriah dibanding tahun sebelumnya karena dihadiri oleh Gubernur Provinsi Bangka Belitung Erzaldi Rosman dan Ketua Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATEKIN) Uung Sendana.

Ketua MATAKIN Provinsi Bangka Belitung, Tjhia Tethian mengungkapkan peringatan Peh Cun yang dihadiri Gubernur Bangka Belitung dan diperingati bersama-sama umat Konghucu merupakan peringatan Peh Cun pertama yang digelar istimewa. Sebabnya dari Ketua Matakin pusat menyarankan agar peringatan ini dijadikan ajang nasional yang dapat berdampak positif bagi pariwisata Bangka Belitung.

"Biasanya tahun-tahun lalu perayaan Peh Cun umat pada pergi ke pantai masing-masing. Namun tahun ini acaranya kita satukan di Kelenteng ini," papar Tjhia Tethian.

Sementara itu, Ketua MATAKIN Pusat Uung menuturkan peringatan Duan Wu (Peh Cun) dimulai pukul 11.00-13.00 memiliki makna agar manusia ingat kepada Sang Pencipta. Konon tradisi Peh Cun yang berasal dari Tiongkok ini untuk mengenang jasa pejabat kerajaan yang baik dan loyal bernama Qu Yuan. Ia adalah seorang perdana menteri zaman dinasti Chou yang mengorbankan dirinya karena sangat memegang prinsip kebenaran hidup.

"Makna ini sangat relevan terhadap negara dan bangsa. Indonesia sangat kaya raya banyak yang ingin menguasai, maka dari itu kita perlu memiliki spirit dan berkewajiban menjaga tanah air sepenuh jiwa raga," ujar Ketua Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATEKIN) Uung Sendana.

Usai sembahyang yang digelar selama 45 menit, umat Konghucu pun mengantri untuk membasuh wajah dengan air yang telah didoakan oleh Rohaniawan sebagai simbol membersihkan diri.

Usai membasuh diri, umat disuguhkan dengan hiburan mendirikan telur di depan pelataran kelenteng Shen Mu Mia. Pasalnya setahun sekali tepat di perayaan Peh Cun, telur dapat berdiri tanpa alat bantuan pukul 12.00 karena saat itu matahari tegak lurus dengan gaya gravitasi 180 derajat.

"Bisa mendirikan telur maknanya menunjukkan kekuasaan Tuhan, agar manusia eling dan takwa dari tahun ke tahun," tambahnya.

Penulis: Ardhina Trisila Sakti
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved