Dulang dan Tudung Saji Wadah Nganggung Budaya Masyarakat Bangka
Dulang dan tudung saji merupakan wadah nganggung yang tidak bisa dipisahkan dari budatya masyarakat Bangka.
Penulis: edwardi | Editor: edwardi
Laporan Wartawan Bangka Pos, Edwardi
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dulang dan tudung saji merupakan wadah nganggung yang tidak bisa dipisahkan dari budatya masyarakat Bangka.
Keberadaan tudung saji dan dulang merupakan makna dari motto Kabupaten Bangka, yakni Sepintu Sedulang uang artinya gotong royong dan bersama-sama baik itu menyangkut keagamaan, sosial, kemasyarakatan dan lainnya.
Dulang dan tudung saji sering dipergunakan untuk Nganggung, yakni masyarakat dengan membawa dulang berisikan makanan dan lauk pauk ke masjid.
Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka, Windiati mengatakan, tudung saji ini merupakan salah satu ciri khas Kabupaten Bangka dan menjadi ikon Bangka dan diharapkan bisa menjadi dan diakui sebagai Warisan Tak Benda. Apalagi sudah dibuatkan tugu beberapa titik di seputaran Kota Sungailiat dan sekitarnya.
"Menjadi khazanah budaya dan warisan tak benda nantinya, dan menjadi potensi wisata di Kabupaten Bangka," kata Windiati melalui rilis Pemkab Bangka, Selasa (6/6/17) di Sungailiat
Tudung Saji beserta dulang lanjut Windiati merupakan salah satu simbol semangat dari slogan Sepintu Sedulang yang ada di masyarakat dan bisa dijadikan budaya untuk hal lainnya seperti kebersamaan, dan lainnya dalam kehidupan sehari-hari.
"Kita harapkan masyarakat juga melestarikan, apalagi generasi penerus, jangan hanya sedekar tahu saja, atau hanya dijadikan simbol saja, namun harus lebih memahami artinya," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/tugu-tudung-saji_20170606_125534.jpg)