Kamis, 14 Mei 2026

Dulang dan Tudung Saji Wadah Nganggung Budaya Masyarakat Bangka

Dulang dan tudung saji merupakan wadah nganggung yang tidak bisa dipisahkan dari budatya masyarakat Bangka.

Tayang:
Penulis: edwardi | Editor: edwardi
IST
Tugu Tudung Saji 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Edwardi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dulang dan tudung saji merupakan wadah nganggung yang tidak bisa dipisahkan dari budatya masyarakat Bangka.

Keberadaan tudung saji dan dulang merupakan makna dari motto Kabupaten Bangka, yakni Sepintu Sedulang uang artinya gotong royong dan bersama-sama baik itu menyangkut keagamaan, sosial, kemasyarakatan dan lainnya.

Dulang dan tudung saji sering dipergunakan untuk Nganggung, yakni masyarakat dengan membawa dulang berisikan makanan dan lauk pauk ke masjid.

Tugu Tudung Saji
Tugu Tudung Saji (IST)

Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka, Windiati mengatakan, tudung saji ini merupakan salah satu ciri khas Kabupaten Bangka dan menjadi ikon Bangka dan diharapkan bisa menjadi dan diakui sebagai Warisan Tak Benda. Apalagi sudah dibuatkan tugu beberapa titik di seputaran Kota Sungailiat dan sekitarnya.

"Menjadi khazanah budaya dan warisan tak benda nantinya, dan menjadi potensi wisata di Kabupaten Bangka," kata Windiati melalui rilis Pemkab Bangka, Selasa (6/6/17) di Sungailiat

Tudung Saji beserta dulang lanjut Windiati merupakan salah satu simbol semangat dari slogan Sepintu Sedulang yang ada di masyarakat dan bisa dijadikan budaya untuk hal lainnya seperti kebersamaan, dan lainnya dalam kehidupan sehari-hari.

"Kita harapkan masyarakat juga melestarikan, apalagi generasi penerus, jangan hanya sedekar tahu saja, atau hanya dijadikan simbol saja, namun harus lebih memahami artinya," katanya.

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved