Haji Pidot Bos Timah Ilegal Bateng Cuma Dituntut Jaksa 6 Bulan Penjara Potong Masa Tahanan

Tuntutan ini dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Babel, Ikhwan diwakili JPU Pengganti Kejari Bangka Tengah,

bangkapos.com/Deddy Marjaya
Anggota Tipiter Krimsus polda Kep Bangka Belitung menunjukkan barang bukti pasir timah yang diamankan dari gudan milik H Supidi di Lubuk Besar Kabupaten Bangka Tengah Selasa (21/2/2017). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- H Supidi alias Haji Pidot dinyatakan terbukti bersalah. Jaksa menuntut bos timah asal Kecamatan Lubuk Besar Bangka Tengah itu, enam bulan penjara.

Sedangkan barang bukti berupa pasir timah seberat 7.786 kg dirampas negara.

Tuntutan ini dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Babel, Ikhwan diwakili JPU Pengganti Kejari Bangka Tengah, Belmento di hadapan Terdakwa Haji Pidot san Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat, Rabu (7/6/2017) di pengadilan setempat.

"Menyatakan Terdakwa H Supidi alias Haji Pidot terbukti bersalah. Agar Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat menjatuhkan pidana enam bulan kepada Terdakwa H Sipidi alias Haji Pidot, dikurangi masa tahanan sementara yang sudah dilalui terdakwa," kata JPU Pengganti, Belmento.

JPU Pengganti, Belmento yakin, terdakwa melanggar Pasal 161 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Minerba.

"Yaitu menampung, melakukan pengolahan, pemurnian, pengangkutan mineral bukan berasal dari ijin usaha pertambangan (IUP) atau bukan dari IUP Khusus Pertambangan," katanya.

Selain itu, JPU Pengganti Belmento juga menuntut Terdakwa H Supidi alias Haji Pidot membayar denda Rp 5 juta, subsider tiga bulan kurungan.

"Barang bukti berupa pasir timah seberat 7.786 kg, satu unit robin , satu unit timbangan duduk dan satu unit timbangan balance dirampas untuk negara," katanya.

Seperti diketahui, ratusan personel anggota Polda Bangka Belitung (Babel) mengrebek rumah kolektor timah di Desa Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah, Selasa (21/2/2017).

Anggota yang terdiri dari 1 SST brimob dan 1 SST Dalmas tersebut langsung dipimpin oleh Kapolda Babel, Brigjen (pol) Anton Wahono.

Namun saat penggerebekan, pemilik rumah sedang tak ada di tempat. Polisi menyita timah di rumah itu. H Pidot si pemilik rumah akhirnya menyerahkan diri, beberapa waktu kemudian.

Penulis: ferylaskari
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved