Breaking News:

Imbauan Dewan Pers: Jangan Layani Wartawan atau Perusahaan Pers Minta THR

Ada yang mengancam, agar mencatat identitas atau nomor telepon atau alamat mereka dan melaporkannya ke kantor polisi

Editor: Hendra
Tribun Medan/Array A Argus
Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo. 

BANGKAPOS.COM - Dewan Pers mengimbau kepada semua pihak untuk tidak melayani permintaan Tunjangan Hari Raya (THR) hingga permintaan sumbangan dalam bentuk apapun yang mungkin diajukan oleh organisasi pers ataupun organisasi wartawan.

Dalam keterangan tertulisnya, Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo, himbauan tersebut dilakukan untuk menghindari penipuan oleh oknum yang mengaku-ngaku sebagai wartawan ataupun perusahaan pers.

“Sikap Dewan Pers ini dilandasi sikap moral dan etika profesi dalam menjaga kepercayaan publik dan menegakkan integritas serta menjunjung tinggi nilai-nilai profesionalisme kewartawanan. Juga untuk mendukung upaya pemberantasan praktek korupsi yang sedang marak saat ini. Dewan Pers tidak dapat membiarkan praktek tidak terpuji dimana wartawan, perusahaan pers atau organisasi wartawan yang banyak bermunculan belakangan ini meminta-minta sumbangan, bingkisan ataupun Tunjangan Hari Raya."

Dalam rilis ini, Yosep juga mengatakan jika ada oknum yang mengaku wartawan dan melakukan pemaksaan meminta hak yang disebutkan di atas, untuk segera melaporkan ke kantor polisi.

“Apabila ada oknum wartawan yang mengaku dari media ataupun sebuah organisasi wartawan menghubungi Bapak/Ibu dan meminta dengan cara memaksa, menekan, atau bahkan mengancam, agar mencatat identitas atau nomor telepon atau alamat mereka dan melaporkannya ke kantor polisi terdekat. Atau dapat juga melaporkan ke Dewan Pers."

Menurut Yosep, ada empat organisasi perusahaan pers yang terverifikasi, yaitu Serikat Perusahaan Pers (SPS), Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI), Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI), Asosiasi Televisi Lokal Indonesia (ATVL).

Selain itu, ia juga menyebut ada tiga organisasi wartawan yang sudah terverifikasi, yaitu Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI).

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved