Ini Pria Pertama yang Divonis Mati di Babel, Nasibnya Kini Ada di Tangan Presiden

Pondreng, pembunuh berdarah dingin ini mengajukan grasi atau pengampunan hukuman pada Presiden RI

Ini Pria Pertama yang Divonis Mati di Babel, Nasibnya Kini Ada di Tangan Presiden
bangkapos
Pondreng (kanan) bersama ibunya, pelaku pembunuhan yang divonis mati. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pelaku pembunuhan sadis ibu dan anak, Sumardi alias Pondreng hingga saat ini belum dieksekusi menyusul vonis hukuman mati dari Mahkamah Agung (MA) RI.

Pembunuh berdarah dingin ini mengajukan grasi atau pengampunan hukuman pada Presiden RI.

Pondreng dijatuhi vonis hukuman mati lantaran melakukan pembunuhan terhadap Risma (35) dan anak Risma, Yoselly (2), warga Semabung, Pangkalpinang tanggal 3 September 2014 lalu.

Kejaksaan Negeri Bangka Tengah mengklaim perkembangan kasus Pondreng tersebut belum ada tindak lanjut dan masih menunggu hasil grasi.

Kepala Kejari Bateng, Dodhi Putra Alpian mengatakan vonis yang dijatuhkan oleh Hakim Agung terhadap Pondreng adalah hukuman mati.

Atas vonis ini membutuhkan waktu yang tak sebentar untuk dieksekusi.

"Rata-rata tahunan dalam memproses vonis (hukum mati). Grasinya itu pada tahun 2016 kemarin, dari diberikan grasi tersebut, tidak ada yang sebentar karena mungkin prosesnya di sana (Kejagung) juga bertahap," kata Dodhi, Selasa (6/6/2017).

Dodhi menjelaskan Pengadilan Negeri Sungailiat yang berhak menjawab berapa lama proses grasi itu berlangsung.

Hal itu dikarenakan grasi tersebut turun dari PN Sungailiat, baru masuknya ke Kejari Bangka Tengah.

Jika hasil pengajuan grasi memutuskan Pondreng tetap dieksekusi mati, maka pria ini merupakan terpidana mati pertama di Babel.

Halaman
1234
Penulis: Alza Munzi
Editor: Alza Munzi
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved