Ternyata, Ini Manfaat Tak Terduga Bagi Tubuh Setelah Berpuasa Lebih dari Sepuluh Hari

Hingga sepuluh hari menjalankan ibadah puasa, karyawan swasta bagian teknologi informasi ini mengaku tubuhnya lebih nyaman.

Ternyata, Ini Manfaat Tak Terduga Bagi Tubuh Setelah Berpuasa Lebih dari Sepuluh Hari
net
Ilustrasi 

Beberapa rekan yang mencoba diet yang di Indonesia diperkenalkan entertainer Deddy Corbuzier sebagai OCD ini mengaku mendapat manfaatnya.

Mendapatkan kebugaran sekaligus tubuh berotot

Manfaat lain dari IF adalah mengurangi timbunan lemak pada tubuh.

Kita mempelajari bahwa salah satu bahan bakar tubuh adalah glukosa yang berasal dari gula.

Kita mendapatkannya melalui makanan seperti gula, karbohidrat (roti, nasi, dll), maupun minuman ringan.

Namun sebenarnya tubuh kita memiliki bahan bakar lain yang disebut ketones.

Saat tubuh kehabisan glukosa, maka molekul ini mulai membakar lemak alam tubuh.

Ini terjadi saat kita berpuasa, atau di saat jeda tidak makan.

Bila pada saat jeda itu kita juga berolahraga, maka pembakaran lemak akan lebih banyak, sehingga kadar lemak dalam tubuh kita akan berkurang. 

Penelitian juga menunjukkan bahwa hormon pertumbuhan, yang berperan dalam pembentukan otot, juga meningkatkan kinerja saat tubuh berpuasa.

Peningkatan kinerja hormon ini membuktikan bahwa tubuh manusia mampu melakukan adaptasi untuk bertahan selama beberapa waktu tanpa makanan.

“Beberapa orang tidak hanya memperoleh manfaat lewat pembakaran lemak yang tinggi, namun juga merasa lebih nyaman dan lebih kuat ketika terbiasa berpuasa,” ujar Jon Haas, pelatih kebugaran dari New Jersey.

“Mereka juga merasa lebih bisa mengendalikan tubuhnya, dan secara mental menjadi lebih kuat. Dan memang seperti inilah tubuh kita dirancang.”

Sisi buruk dari puasa ini, adalah kecenderungan orang untuk mengkonsumsi makanan tinggi kalori seperti gula dan karbohidrat, begitu masa puasa selesai.

Hal ini masuk akal karena setelah berpuasa 20 jam tubuh kita memang akan berusaha mencari makanan dan karbohidrat untuk mengganti yang hilang dan agar bisa dipakai seandainya nanti tidak mendapatkan makanan lagi.

Meski begitu, menurut para pelaku IF, tubuh kita bisa dibiasakan untuk mengkonsumsi makanan yang lebih sehat.

Mencegah kanker

Sebuah penelitian tentang tubuh manusia yang dilakukan University of California di Berkeley,  University of Southern California, Mount Sinai Chicago menunjukkan bahwa IF bisa membantu mencegah munculnya kanker.

Pasalnya, selama puasa sel-sel tubuh kita berada dalam mode protektif sehingga menjaga tubuh dari serangan penyakit.

Selain itu, sel-sel kanker akan kesulitan berkembang karena makanan mereka, glukosa, tidak ditemukan dalam aliran darah saat kita berpuasa.

Umur panjang dan perlindungan saraf

Berpuasa adalah kegiatan yang melatih otak kita seperti halnya otot dilatih dengan berolahraga, ujar Mark Mattson, peneliti di National Institute on Aging.

“Ketika otak dibatasi asupan energinya, ada aktivitas sampingan yang terjadi, yakni ada sel-sel melindunginya dari kerusakan, seperti stroke dan penuaan,” ujar Mattson.

“Puasa juga meningkatkan BDNF, protein penting untuk melindungi tubuh dari kerusakan-kerusakan terkait usia,” lanjut Mattson.

“Ada juga bukti bahwa ketones yang didapatkan dari lemak dan digunakan sebagai bahan bakar selama puasa, merupakan pelindung dari penyakit degeneratif seperti epilepsi dan Alzheimer.”

Penulis: Alza Munzi
Editor: Alza Munzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved