Ternyata Ada Latar Belakang Agama Dibalik Keganasan Para Bajak Laut

Sudah sejak ratusan tahun lalu para perompak turun ke lautan untuk menjarah barang-barang berharga

Ternyata Ada Latar Belakang Agama Dibalik Keganasan Para Bajak Laut
Tribune.com

BANGKAPOS.COM-- Sudah sejak ratusan tahun lalu para perompak turun ke lautan untuk menjarah barang-barang berharga yang sedang diangkut oleh kapal-kapal dagang.

Tidak hanya barang dan harta lain yang dijarah perompak, para penumpang pun dirampas untuk dijual sebagai budak.

Perompakan dengan modus seperti itu sering terjadi pada massa kejayaan Kekaisaran Romawi dan Yunani khususnya aksi perompakan yang berlangsung di Laut Mediterania dan Laut Tengah (Laut Arab).

Ilustrasi bajak laut
Ilustrasi bajak laut (net)

Kekuatan laut Romawi tidak tinggal diam dan kemudian membangun kapal-kapal perang khusus dan satuan-satuan laut khusus untuk memerangi aksi perompakan tersebut.

Upaya untuk menekan aksi perompakan yang dilaksanakan oleh Kekuatan Laut Romawi memang cukup berhasil.

Tapi tindakan tegas itu ternyata tidak bisa sepenuhnya dapat mengatasi perompakan di kawasan Laut Mediterania dan Laut Arab.

Apalagi sejumlah negara yang menjadi jajahan Romawi seperti Skandinavia dan Afrika sengaja melancarkan perlawanan dengan membentuk pasukan bajak laut.

Ketika kekuasaan Kekaisaran Romawi mengalami keruntuhan para perompak yang semula mengganggu kapal-kapal dagang Romawi pun kembali bermunculan.

Khususnya bajak laut yang menjadi legenda populer hingga saat ini, yakni bajak laut Viking (Skandinavia).

Komplotan bajak laut yang terkenal barbar tapi memiliki kemampuan membangun kapal yang canggih untuk zaman itu.

Halaman
123
Editor: tidakada016
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved