Tergiur Iming-iming Pekerjaan Via Facebook, Wanita ini Malah Diperkosa Seharian
Ia juga memaksa korbannya untuk masak dalam keadaan setengah telanjang dan memperkosanya kembali
BANGKAPOS.COM--Mendapatkan sebuah pekerjaan memang bukan hal yang mudah.
Apalagi pada masa sekarang dimana saingan jadi berkali lipat lebih sulit.
Media untuk memperoleh lowongan kerja jaman sekarang sudah sangat banyak.
Sanking luasnya penggunaan internet, para pelaku perusahaan seringkali menggunakan media sosial untuk menjaring rekrutmen pegawai baru.
Dibalik sulitnya mendapatkan pekerjaan pada jaman kini, banyak juga tindakan kejahatan yang terjadi.
Kasus penipuan jadi yang paling sering muncul jika terkait proses rekrutmen pegawai.
Banyak jasa abal-abal yang menawari tawaran pekerjaan bagi para jobseeker.
Sudah jadi kewajiban jobseeker untuk pintar dalam memilih jasa penawar kerja dan tim rekrutmen.
Salah satu media yang masih populer pada masa kini adalah Facebook.
Facebook jadi portal media sosial besar yang menawarkan berbagai kemudahan dalam mendapat informasi.
Begitu juga dalam menjalin relasi.
Tapi sayangnya, masih marak kasus terkait media sosial yang penggunaannya sangat melenceng.
Seperti kasus yang baru saja terungkap satu ini, menunjukkan kisah tragis berawal dari Facebook.
Mendapatkan relasi dan teman baru jaman sekarang sudah jadi hal mudah.
Begitu juga dengan seorang wanita asal Malaysia yang berteman dengan pria asal Singapura.
Dikutip dari World of Buzz keduanya sudah berteman di Facebook sejak 2011.
Yap Jun Cheng adalah pelaku utama kejahatan keji pada wanita Malaysia tersebut.
Baru terungkap kasus ini di media pada 7 Juni 2017 silam.
Wanita asal Malaysia tersebut berniat mencari sebuah pekerjaan keluar negeri.
Dan secara kebetulan Yap Jun Cheng menawarinya pekerjaan ketika mereka terus berhubungan dari Facebook.
Hubungan antara keduanya memang akrab sampai awal tahun 2013 jadi pertemuan pertama mereka.
Demi memperoleh pekerjaan dan uang yang banyak di negeri orang, wanita Malaysia itu nekat bertolak negara.
Ia pergi ke Singapura dengan bermodalkan diri sendiri untuk bertemu pelaku.
Wanita ini naik kereta dan turun di stasiun Paya Lebar dimana Yap Jun Cheng sudah siap menjemput dirinya.
Kepolosan dan tekad mendapatkan kerja menjadi modal kuat wanita 20 tahun itu nekat pergi sendiri.
Karena merasa sudah akrab di Facebook dengan pelaku, ia tak merasa khawatir dan curiga.
Tetapi, nampaknya itu adalah awal mula kehidupan dan kehormatannya terenggut dengan sadis.
Setelah bertemu, pelaku mengajak korbannya ke rumah dengan alasan ingin mandi dan mengganti baju.
Lalu, ia akan mengajak wanita itu menemui bos perusahaannya.
Diiming-imingi hal itu, wanita ini menurut saja dan tinggal di rumahnya.
Wanita Malaysia yang tak ingin disebutkan namanya juga sempat berkenalan dengan nenek pelaku di rumah.
Tampaknya, pelaku hanya btinggal berdua dengan sang nenek.
20 menit ditinggal mandi oleh pelaku, wanita ini mendadak terkejut saat Yap keluar tanpa busana.
Karena posisi rumah sangat sepi, ia kalap mata dan mengajak wanita ke dalam kamarnya dengan menarik paksa.
Di kamar wanita ini dipaksa melepas baju dan disetubuhi oleh pelaku dengan kekerasan.
Pelaku sempat mengungkapkan perasaan dan keinginannya untuk memacari korban dan menyuruh korbannya memutuskan hubungan dengan kekasihnya di Malaysia.
Tak setuju, korban berusaha untuk melarikan diri namun kondisi kamarnya yang tertutup membuat korban tak bisa berbuat banyak.
Yap juga mengancam akan membunuh korbannya saat wanita ini tak mau melakukan oral seks padanya.
Korban dirantai dan diikat paksa dikasur serta mulutnya disumpel dengan kain agar tak bersuara.
Dikutip dari World of Buzz pelaku mengaku memperkosanya seharian dalam beberapa kali kesempatan.
Ia juga memaksa korbannya untuk masak dalam keadaan setengah telanjang dan memperkosanya kembali di ruang tamu.
Korban juga disiram dengan minyak panas dengan kondisi tubuh telanjang saat memasak.
Kejahatan baru terungkap setelah wanita ini kembali ke Malaysia dengan kondisi shock dan trauma.
Bukannya mendapatkan hal baik di hidupnya, ia malah terima kenyataan pahit dan trauma mendalam.
Dilansir dari Strait Times, proses hukum sudah dijalani oleh Yap Jun Cheng setelah ia dilaporkan oleh korban.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/pemerkosaan_20170614_222118.jpg)