SDN 10 dan SMPN 2 Sungailiat Jadi Percontohan Full Day School

Pemkab Bangka akan menerapkan full day school ini pada sekolah dasar dan sekolah menengah pertama dari segi kualitas dan kuantitasnya sudah siap

SDN 10 dan SMPN 2 Sungailiat Jadi Percontohan Full Day School
bangkapos.com/dok
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Padli 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Edwardi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Terkaitkan adanya rencana Pemerintah Pusat untuk menerapkan sekolah lima hari atau Full Day School, mendapat respon yang beragam dari kalangan masyarakat. Ada yang pro dan kontra juga, tidak terkecuali di Kabupaten Bangka.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka, H. Padli , Senin (12/6/17) di Sungailiat mengatakan, untuk sekarang ini, Pemkab Bangka akan menerapkan full day school ini pada sekolah dasar dan sekolah menengah pertama dari segi kualitas dan kuantitasnya sudah siap.

"Kita akan adakan pilot project dulu untuk full day school ini pada SDN 10 dan SMPN 2 Sungailiat," kata Padli.

Penerapan ini lanjut Padli berdasarkan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2017 yang akan segera ditandatangani oleh Presiden, full day school ini akan diberlakukan jam sekolah selama delapan jam per hari, mulai hari Senin sampai dengan Jumat dan Sabtu libur.

"Full day school ini akan diterapkan di seluruh Indonesai, namun pilot projectnya ada di ibukota dulu, seperti kalau di Kabupaten Bangka ini, SDN 10 dan SMPN 2 Sungailiat," jelasnya.

Diuraikan mantan Kabag Humas dan Protokol Setda Bangka ini, penerapan full day school ini tidak sembarangan dan mempunyai syarat-syarat yang telah ditetapkan seperti guru yang memadai, sekolah berakreditasi A, ada tempat bermain, berleterasi, dan ada pendidikan berkarakter, menerapkan integritasnya, gotong royong, religius, mandiri.

"Semua harus diterapkan, dan dananya akan didrop dari APBN untuk pertama ini, namun jika berlaku akan diambil dari dana pemerintah daerah, dan kita akan lapor ke pak bupati, akan menerapkan full day school tersebut di tahun ajaran baru ini, seperti di SDN 10 dan SMPN 2 Sungailiat," terang Padli.

Padli menjelaskan, dipilihnya SDN 10 dan SMPN 2 tersebut untuk dijadikan pilot project Full Day School, dikarenakan kedua sekolah tersebut merupakan sekolah model, menerapkan Kurikulum 2013.

Disinggung dengan lamanya jam belajar yang sampai sore hari sehingga dapat menganggu aktivitas lain atau madrasah, Padli menjelaskan hal tersebut sudah masuk dalam full day school.

"Kita ingin semuanya berjalan, dan tidak menimbulkan masalah, madrasah sudah masuk dalam full day school ini, karena kita ingin, full day school dan madrasah dapat tumbuh bersama dan jika banyak mudaratnya, akan kita hentikan, karena ini sifatnya pilot project, program ini sebenarnya cocok diterapkan di kota besar seperti Jakarta, karena kondisi dan orang tua yang full bekerja, kalau di Bangka sepertinya belum perlu, namun kita coba, karena himbauan undang_undang ini, ada permendikbud itu" jelas Padli.

Penerapan program Full Day School untuk SDN 10 dan SMPN 2 Sungailiat rencananya akan dilaksanakan pada tahun ajaran baru mendatang dengan waktu di sekolah selama delapan jam dari Senin sampai dengan Kamis dengan berakhir sekolah jam pukul 16.00 WIB.

Sementara untuk hari Jumatnya, untuk sekolah dasar dari kelas satu, dua dan tiga belajarnya sampai pukul 12.00 WIB dan kelas empat, lima, dan enam sampai pukul 16.00 WIB. Sedangkan hari Sabtu libur.

"Nanti kita sosialisasi dulu ke orang tua, terkait akan diterapkannya full day school ini," tukas Padli.

Penulis: edwardi
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved