Masinton Minta Mabes Polri Periksa Novel Terkait Keterlibatan Oknum Jendral

Masinton menuding ada motif Novel Baswedan di luar hukum untuk mencari simpati publik.

Masinton Minta Mabes Polri Periksa Novel Terkait Keterlibatan Oknum Jendral
KOMPAS.com/NABILLA TASHANDRA
Anggota Komisi III DPR RI Masinton Pasaribu saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (6/10/2015). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi III DPR Masinton Pasaribu meminta Mabes Polri menindaklanjuti pernyataan penyidik KPK Novel Baswedan di Majalah Time.

Dalam wawancara dengan majalah Time saat menjalani perawatan mata di Singapura akibat penyiraman air keras orang tak dikenal dua bulan lalu, Novel Baswedan mengatakan dirinya mendapat informasi dari seseorang tentang adanya keterlibatan oknum petinggi Polri berpangkat jenderal sebagai aktor alias dalang pelaku penyiraman air keras terhadap dirinya.

"Mabes Polri bisa kirimkan kembali tim penyelidik Mabes Polri ke Singapura untuk mendalami keterangan Novel dan memanggil pihak pemberi informasi ke Novel," kata Masinton melalui pesan singkat, Jumat (16/6/2017).

Masinton mengatakan, langkah tersebut perlu segera dilakukan Mabes Polri agar tudingan tersebut tidak berkembang menjadi opini buruk terhadap institusi Kepolisian kita.

Sebaliknya, jika pernyataan Novel Baswedan tidak didukung petunjuk dan bukti yang kuat, oknum jenderal yang dituduh dan institusi kepolisian bisa menempuh upaya hukum terhadap Novel.

Politikus PDI Perjuangan itu menyayangkan pernyataan Novel di media internasional.

Ia mempertanyakan tindakan Novel yang tidak terlebih dulu menyampaikan informasi tersebut kepada pimpinan KPK atau penyidik kepolisian.

"Apalagi Novel kan orang yang mengerti hukum, seharusnya tudingannya disampaikan kepada penegak hukum," kata Masinton.

Masinton menuturkan pernyataan Novel menimbulkan berbagai macam spekulasi. Masinton menuding ada motif Novel Baswedan di luar hukum untuk mencari simpati publik.

Halaman
123
Editor: Hendra
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved