Breaking News:

Masinton Minta Mabes Polri Periksa Novel Terkait Keterlibatan Oknum Jendral

Masinton menuding ada motif Novel Baswedan di luar hukum untuk mencari simpati publik.

Editor: Hendra
KOMPAS.com/NABILLA TASHANDRA
Anggota Komisi III DPR RI Masinton Pasaribu saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (6/10/2015). 

Masinton beranggapan, informasi yang Novel beber ke majalah Time untuk merusak reputasi kepolisian RI di mata internasional.

Sebab selama ini kinerja Kepolisian RI mendapat apresiasi baik oleh dunia internasional dalam penanganan terorisme.

"Di sinilah perlunya Mabes Polri segera melakukan pemeriksaan terhadap Novel yang kini sedang dalam tahap penyembuhan di Singapura," kata Masinton.

Masinton mengungkapkan pernyataan kontroversial itu bukan yang pertama disampaikan oleh Novel.

Sebelumnya pernyataan serampangan Novel disampaikannya dalam Persidangan Tipikor yang menuduh beberapa nama-nama anggota Komisi III DPR-RI menekan Miryam S Haryani dalam pencabutan BAP kasus e-KTP.

Masinton menuturkan tuduhan serampangan Novel terhadap nama-nama Anggota Komisi III DPR-RI menjadi pemicu bergulirnya penggunaan Hak Angket terhadap KPK.

 "Anggota DPR beranggapan tuduhan sepihak Novel sebagai puncak gunung es kerja serampangan oknum penyidik KPK yang selama ini dikemas rapi agar tidak diketahui publik," kata Masinton.

Sebelumnya, Majalah Time memberitakan tentang hasil wawanvaranya dengan Novel Baswedan di Singapore General Hospital, Singapura, pada 10 Juni 2017.

Novel mengaku heran bahwa pihak kepolisian Indonesia (Polda Metro Jaya) belum juga bisa menemukan pelaku dan aktor di balik serangan air keras yang menimpanya di Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada 11 April 2017, atau sudah lebih dua bulan.

Dalam wawancara dengann Time, Novel mengatakan, telah mendapat informasi dari seseorang tentang jenderal polisi yang terlibat.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved