Pemerintah Ngotot Ingin Presidential Threshold, Kalau Tidak Ini Ancamannya

Feri mempertanyakan kengototan pemerintah yang ditunjukkan melalui pernyataan Tjahjo Kumolo agar PT disepakat di angka 20-25 persen.

Pemerintah Ngotot Ingin Presidential Threshold, Kalau Tidak Ini Ancamannya
KOMPAS.com/ESTU SURYOWATI
Diskusi tentang RUU Pemilu dan Perbaikan Sistem dan Lembaga Demokrasi Perludem, Jakarta, Jumat (16/6/2017). 

"Saya malah mencurigai peran yang dimainkan Tjahjo bukan keinginan Presiden, agar keributan (pembahasan RUU Pemilu) yang sekarang terjadi ini segera berhenti," kata Feri.

Lebih lanjut Feri mengatakan, kengototan pemerintah agar PT di angka 20-25 persen, boleh jadi karena ada penumpang gelap.

Maksud Feri, apabila DPR dan pemerintah menyepakati PT 20-25 persen, dan ternyata PDI-P mengusung calon lain, maka akan berat bagi Jokowi untuk mencari kendaraan baru.

"Kalau misal si ibu (Megawati) itu memilih dirinya menjadi calon, akan berat bagi Jokowi mencari kapal baru. Tiba-tiba misalnya, PDI-P mengusung dirinya, Jokowi mau pilih kapal mana? Gerindra? PPP?" ucap Feri.

Feri berharap Presiden sangat hati-hati dalam menentukan sikap terutama terkait ambang batas pencalonan Presiden.

Dia menilai lebih baik PT dihapuskan. Dengan demikian potensi tak terlalu tinggi dan potensi keributan tidak begitu menyeruak.

Sementara itu Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini berharap Presiden memberikan pernyataan sendiri mengenai sikap dan pandangannya terhadap isu-isu penting dalam pembahasan RUU Pemilu.

Meski dalam aturannya, pernyataan Presiden secara resmi bisa diwakili Mendagri, Menteri Keuangan, dan Menteri Luar Negeri, namun dalam hal ini Titi merasa Presiden perlu menyampaikan pernyataan langsung untuk memperjelas sikap.

Penulis: Estu Suryowati

Berita Ini sudah dimuat di www.kompas.com dengan judul: Kengototan Mendagri soal "Presidential Threshold" Dipertanyakan

Editor: Hendra
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved