Pengacara Ini Berjuluk Diva Perceraian, Bayarannya Bikin Kantong Klien Kering

Vardag menarik banyak klien kaya dari seluruh dunia, dan sering ada perebutan antara suami dan istri untuk menyewa jasanya.

Pengacara Ini Berjuluk Diva Perceraian, Bayarannya Bikin Kantong Klien Kering
Antonio Zazueta Olmos
Ayesha Vardag 

Baca: Azan Berkumandang di Tengah Perang, Sosok Misterius Ini Jadi Perbincangan

Di dunia legal yang ketat persaingannya, kesuksesan Vardag tak selalu diterima dengan baik, banyak kritik terhadapnya karena dia dituduh terlalu tertarik dengan promosi diri sendiri, seperti muncul di televisi dan terlalu agresif dalam memperjuangkan kasusnya.

Vardag menjawab bahwa dia menyadari pentingnya menjaring jejaring dan sebagian orang tak suka pada perempuan yang membela dirinya sendiri.

"Saya selalu sopan dengan sisi lawan tapi cukup berani saat litigasi," katanya.

"Saya tidak menyerah atau goyah dan sebagian orang masih belum terbiasa melihat perempuan melakukan itu.

"Saya blak-blakan dan berusaha keras...dan saya menuntut tempat saya di meja perundingan. Sebagian orang menganggap itu intimidatif, dan saya bertanya apakah ada elemen seksisme di situ."

Lahir di Oxford dengan ibu Inggris dan ayah Pakistan, Vardag tumbuh besar tanpa mengenal ayahnya setelah dia kembali ke Pakistan saat Vardag masih kecil.

Dibesarkan oleh ibunya, Vardag mendapat nilai yang bagus di sekolah dan belajar hukum di Cambridge.

Setelah itu dia bekerja di hukum keuangan dan komersil di London, sampai 2000 ketika "perceraiannya yang tidak baik-baik" membuatnya ingin beralih ke hukum keluarga, dan khususnya menangani kasus perceraian.

Katanya, "Pengacara perceraian saya yang mempekerjakan saya. Meski saya merasa hukum keuangan itu sangat menarik, sangat sedikit orang yang terdampak pada apa yang mereka lakukan. Sebaliknya, saya merasa hukum keluarga sama menariknya, dan ada sesuatu yang mendorongnya. Anda berjuang agar orang-orang bisa tetap mempertahankan rumah mereka atau bisnis mereka atau tetap bisa berhubungan dengan anak-anak mereka; hal-hal mendasar."

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved