Sekda Minta BPJS Survei, Apakah Masyarakat Tidak Ikut BPJS Karena Tak Mampu atau Dak Kawa Nyusah

Diakuinya, program JKN KIS ini penting karena tersisa waktu dua tahun lagi untuk membuka channel di kecamatan-kecamatan yang ada

Sekda Minta BPJS Survei, Apakah Masyarakat Tidak Ikut BPJS Karena Tak Mampu atau Dak Kawa Nyusah
Bangkapos/Nurhayati
Sosialisasi pendaftaran JKN KIS kelompok PBPU-PB di kecamatan Bangka, Kamis (22/6/2017) di Ruang Rapat Bina Praja Kantor Bupati Bangka 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Sekda Bangka mendukung program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diluncurkan pemerintah melalui Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) karena penting untuk mayarakat mendapatkan pelayanan kesehatan.

"Melalui jaminan kesehatan ini adalah hal yang baik, kita harus ikuti, kita harus dukung dan kita maklumi kekurangannya. Saya dari dulu termasuk yang tidak pernah protes BPJS. Bapak bisa lihat rekam jejak saya dari menjabat sebagai sekda di Pangkalpinang sampai sekarang saya tidak pernah protes BPJS," kata Fery saat membuka sosialisasi pendaftaran JKN KIS kelompok PBPU-PB di kecamatan Bangka, Kamis (22/6/2017) di Ruang Rapat Bina Praja Kantor Bupati Bangka.

Diakuinya, program JKN KIS ini penting karena tersisa waktu dua tahun lagi untuk membuka channel di kecamatan-kecamatan yang ada di Kabupaten Bangka.

Dia tidak menampik ini beban kerja kecamatan ini cukup berat karena untuk sosialisasi PLN prabayar juga melalui pihak Kecamatan juga untuk urusan pelayanan KB dan sekarang JKN. Namun ia meminta para camat untuk bekerja dengan ikhlas.

"Jadi untuk menempatkan petugas BPJS siapkan tempat layak dan representative dan disampaikan kepada masyarakat mau ikut BPJS. Penyakitnya masyarakat ini tidak mau ikut BPJS, tapi kalau masuk rumah sakit umum mau minta BPJS. Kalau sudah dirawat rumah sakit apalagi yang sudah berat-berat mau tak mau BPJS," sesal Fery.

Diakui Fery terkadang masyarakat tidak tahu bahwa untuk pengurusan BPJS baru bisa berlaku beberapa waktu setelah BPJS diurus.

Menurutnya hal ini menjadi kendala karena masyarakat kadang memaksa ada atau tidak kartu tetapi memaksakan untuk bisa menggunakan BPJS.

"Kita kan tidak bisa begitu maka kepada para camat saya minta penting mari kita ikut BPJS dengan kelas-kelas yang dipersiapkan. Apalagi bagi yang memang resiko kerjanya berat," kata Fery.

Untuk itu ia menyarankan kepada pihak BPJS akan melakukan survei apakah masyarakat tidak mau ikut BPJS karena tidak mampu atau tidak paham.

"Atau masyarakat tidak mau karena dak kawa nyusah. Orang Bangka itu, saya juga merasakan jam 08.00 WIB ke kebun, jam 11.00 WIB selesai kemudian mandi, salat dzuhur, ngopi merokok, dengar radio RRI habis itu tidur. Apa mereka itu tidak mau tidak mampu ikut BPJS itu juga harus kita cari tahu," saran Fery.

Oleh karena itu ia juga meminta kepada pihak kecamatan dan media untuk menyampaikan kepada masyarakat bahwa BPJS ini sangat perlu.

Dalam hal ini pihaknya menyambut baik kerjasama dengan BPJS dan mempersilakan agar pihak BPJS berkoordinasi dengan kecamatan kendati fasilitas di kecamatan masih minim.

"Jika kita bekerja baik, niat baik Insyaallah akan mendapat kebaikan. Dalam melayani masyarakat jangan tidak ikhlas," pesan Fery.(*)

Penulis: nurhayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved