Breaking News:

Inilah yang Harus Anda Ketahui Soal Hilal

"Menurut hitung-hitungan kami, hilal itu akan muncul di atas empat derajat, di Selatan matahari, jadi relatif mudah untuk di lihat,"

Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
youtube
Mencari hilal 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA -- Kapan hari raya Idul Fitri 1438 hijriyah, atau lebaran tahun ini dirayakan, hal itu ditentukan dalam sidang isbat, yang rencananya akan digelar besok, Sabtu (24/6), di kantor Kementerian Agama (Kemenag).

Dalam sidang yang juga diikuti oleh sejumlah perwakilan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam, dan duta besar negara-negara sahabat itu, akan dibahas hasil hisab dan rukyat, yang digelar pemerintah bersama ormas-ormas Islam. Hasil sidang tersebut, adalah penentuan kapan hari raya Idul Fitri dirayakan.

Baca: Ditolak Lapas Cipinang, Ahok Kembali ke Rutan Mako Brimob

Metode hisab dan rukyat, adalah cara yang digunakan di agama Islam, untuk menentukan datangnya bulan baru.

Dalam hal ini, metode tersebut digunakan untuk menentukan berakhirnya bulan ramadan, dan datangnya bulan baru, yakni bulan syawal. Idul Fitri dirayakan pada hari pertama bulan syawal.

Baca: Hidupnya Bergelimang Harta, Nggak Nyangka Artis-artis ini Justru Makan di Tempat Tak Biasa

Metode hisab dilakukan dengan cara melakukan hitung-hitungan secara matematis, sesuai parameter yang ada.

Melalui metode tersebut, dapat diketahui ada berapa hari dalam bulan ramadan tahun ini, dan kapan seharusnya bulan syawal tiba. Sementara metode rukyat, dilakukan dengan cara mengamati hilal di langit.

Baca: Jadi Viral, Anak Gajah Jatuh ke Kolam, Gajah Dewasa Panik Lalu Jadi Sang Penyelamat

Ketua Yayasan Al Hisiniyyah, Ahmad Syafi'ie, kepada Tribunnews.com menjelaskan bahwa hilal adalah bulan sabit muda, yang muncul tidak lama setelah matahari tenggelam, dan lokasi kemunculannya juga tidak jauh dari lokasi matahari tenggelam.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved