Disebut Regenerasi Dewa Maut, Terungkap Rahasia Mumi Raja Tut yang Itunya Tetap Ereksi

Ada yang tidak lazim dari mumi Raja Mesir Tutankhamun yang ditemukan pertama kali pada 1923.

BYU
Ilustrasi. Salah satu mumi yang ditemukan di kompleks pemakaman Fag el-Gamous. 

BANGKAPOS.COM - Ada yang tidak lazim dari mumi Raja Mesir Tutankhamun yang ditemukan pertama kali pada 1923.

Beberapa hal yang tidak lazim tersebut adalah posisi penis yang berdiri 90 derajat.

Sekujur badannya terlumuri cairan hitam, dan tanpa jantung—juga artefak pengganti seperti jimat jantung. 

Sejatinya diskursus terkait misteri kematian Raja Tut—sapaan populer Tutankhamun—sudah berlangsung sejak lama.

Baru-baru ini, seorang egyptolog Salima Ikram, sepertinya yang dikeluarkan oleh jurnal Etudes et Travaraux, telah mengusulkan alasan baru terkait ketidaklaziman mumi.

Ikram menegaskan, penis yang ereksi bukan sebuah ketidaksengajaan.

Ini adalah upaya sengaja untuk memunculkan gambaran Dewa Osiris, Dewa Maut pada era Mesir kuno, pada diri Raja Tut.

Begitu juga dengan ketidakadaan jantung dan kondisi mumi yang termuluri cairan hitam.

“Penis yang ereksi adalah bentuk penggambaran kebangkitan kekuatan regeneratif Osiris si Dewa Maut; cairan hitam menjadikannya mirip dengan sosok si dewa, jantung yang hilang adalah menceritakan bagaimana Osiris dibunuh oleh saudaranya, Set,” tulis Ikram.

Secara eksplisit, Ikram ingin mengatakan bahwa mumi Raja Tut adalah representasi dari perlawanan Raja Tut terhadap pemujaan Dewa Aten si Dewa Matahari.

Halaman
1234
Editor: Alza Munzi
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved