Breaking News:

Ejakulasi Bagi Pria Tak Cuma Nikmat, Ternyata Ada Manfaat Lain yang Jarang Disadari

Ejakulasi bukan hanya memberi kenikmatan, namun juga manfaat untuk kesehatan bagi pria.

net
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM - Ejakulasi bukan hanya memberi kenikmatan, namun juga manfaat untuk kesehatan.

Itulah mengapa para peneliti mengatakan kunci kesehatan prostat ada dalam genggaman Anda.

Pasalnya, menurut riset yang dilakukan Boston University of Public Health, risiko kanker prostat bisa dikurangi lewat ejakulasi dengan frukuensi teratur.

Dalam riset itu peneliti menguji 32.000 pria dari tahun 1992 hingga 2010 untuk mencari tahu bagaimana frekuensi ejakulasi mempengaruhi risiko munculnya kanker prostat dalam jangkan waktu 18 tahun.

Mereka menemukan bahwa pria berusia 20 hingga 29 tahun yang mengalami ejakulasi 21 kali atau lebih setiap bulan, memiliki kemungkinan terkena kanker prostat 19 persen lebih kecil dibanding mereka yang kurang sering ejakulasi, misalnya hanya 4 hingga 7 kali per bulan.

Tidak hanya mereka yang berusia muda, pria berusia 40 hingga 49 tahun yang mengalami setidaknya 21 ejakulasi tiap bulan, juga memperoleh manfaat penurunan risiko terkena kanker prostat hingga 22 persen.

“Meski diperlukan lebih banyak penelitian untuk mencari tahu penyebab hubungan tersebut, namun diduga seringnya kita membersihkan prostat (melalui ejakulasi) bisa memotong kemungkinan munculnya kanker di sana,” ujar peneliti Jennifer R. Rider, Sc.D., M.P.H.

Sebelumnya, penelitian di Australia terhadap 2.338 pria mendapati bahwa mereka yang rata-rata mengalami ejakulasi antara 4,6 hingga 7 kali seminggu lebih kecil 36 persen kemungkinannya didiagnosa terkena kanker prostat dibanding mereka yang ejakulasi rata-rata hanya 2,3 kali seminggu.

Bagaimana bila frekuensi ejakulasi seseorang lebih banyak dari 21 kali sebulan?

Menurut Jennifer, hal itu bukan masalah karena semakin sering ejakulasi, akan memberi pengaruh baik pada kesehatan prostat.

Selain itu, apakah Anda mengalami ejakulasi dengan bercinta dengan pasangan, lewat mimpi basah,  atau melalui masturbasi, manfaatnya terhadap kesehatan prostat tidak berbeda.

“Frekuensi ejakulasi ini, pada beberapa bagian bisa menjadi ukuran kesehatan pria. Mereka yang mengalami sedikit ejakulasi, misalnya hanya 3 kali sebulan, juga lebih cenderung memiliki masalah kesehatan lain di samping kanker prostat,” kata Jennifer.

Efek Samping

Ada beberapa hal tidak biasa yang akan terjadi pada pria setelah mereka ejakulasi.

Misalnya, yang banyak dikeluhkan oleh kaum wanita, pria langsung tertidur setelah mendapat kepuasan.

Bukan cuma itu, ada beberapa hal aneh lainnya yang mungkin membuat Anda bertanya-tanya: Apa sebabnya?

Mengapa demikian?

Penasaran? Inilah jawabannya.

1. Seks membuat Anda mengantuk

Tidak peduli seberapa panas sesi bercinta yang baru Anda lalui, setelahnya tetap akan ada dorongan untuk segera merebahkan tubuh dan kepala Anda lalu terlelap.

Para peneliti di Belanda memelajari aktivitas otak pria dengan PET scan sebelum, selama, dan setelah orgasme, untuk mencari tahu mengapa dorongan untuk tidur begitu kuat pada pria setelah mereka bercinta.

Para peneliti menemukan bahwa selama orgasme, ada pergeseran besar dalam aliran darah ke seluruh otak.

Sekitar 70 persen sisi kiri otak, yang terlibat dalam pengambilan keputusan, ditemukan tanpa aliran darah ketika pria mencapai klimaks.

"Dengan aliran darah kurang, Anda tidak dapat mengaktifkan banyak neuron dan ini dapat membuat Anda merasa mengantuk," kata Irwin Goldstein, M.D., direktur pengobatan seksual di The Institute for Sexual Medicine di San Diego.

Selain itu, setelah ejakulasi terjadi peningkatan kadar hormon endorfin yang luar biasa, yang setara dengan morfin, kata Jonathan Schiff, M.D., asisten profesor urologi klinis di Mount Sinai School of Medicine di New York.

Mereka memberi Anda perasaan yang sangat santai, memperlambat gelombang dan fungsi otak, dan membuat

Anda merasa senang sekaligus lelah.

2. Penis Anda Cedera

"Jika Anda ejakulasi paksa, kontraksi otot dapat menyebabkan rasa sakit," kata Dr Schiff. Jika rasa sakit setelah ejakulasi berlangsung cepat ,maka itu adalah hal yang normal.

Jika rasa sakit berlangsung lama, seperti beberapa jam atau beberapa hari, Anda mungkin memiliki infeksi pada testis, epididimis, prostat, atau uretra, atau penyakit menular seksual.

Kunjungi dokter untuk menyingkirkan masalah tersebut. Kemungkinan besar, Anda akan menerima resep antibiotik.

3. Sulit buang air kecil setelah berhubungan seks

Mencoba BAK setelah ejakulasi dapat membuat Anda merasa seperti pipa yang tersumbat.

"Agar sperma dan semen keluar saat ejakulasi, otot sfingter internal mengencang dan menutup leher kandung kemih," kata Dr Schiff.

"Jika tidak, cairan akan kembali masuk melalui kandung kemih. Perlu waktu bagi otot untuk menjadi rileks kembali setelah berhubungan seks."

Jika Anda memaksa BAK, akan sedikit menyakitkan tapi itu tidak berbahaya.

Tapi lebih baik menunggu dan membiarkan otot bersantai sebelum Anda berkemih.

4. Anda tidak bisa ereksi lagi dengan segera

Periode refraktori adalah periode waktu setelah berhubungan seks ketika secara fisiologis tidak mungkin bagi seorang pria untuk mendapat klimaks lagi.

"Setelah orgasme, saraf harus memulihkan dirinya dulu untuk kembali mampu merasakan rangsangan di daerah itu," kata Dr Schiff.

Hal ini terjadi juga karena redistribusi aliran darah melalui otak yang terjadi selama ejakulasi, perlu waktu untuk kembali ke kondisi awal sebelum bisa ereksi lagi.

Lamanya waktu periode tersebut tergantung pada usia Anda.

Pada awal 20-an Anda mungkin hanya memerlukan waktu lima menit.

Ketika usia sudah memasuki angka 50, Anda mungkin perlu waktu beberapa jam.

5. Testis Anda menyusut

Setelah Anda mencapai puncak, testis Anda akan nampak kecil atau menyusut.

"Ketika Anda ejakulasi, kontraksi otot cremaster membawa testikel Anda lebih dekat ke tubuh dan menimbulkan persepsi bahwa mereka mengecil," kata Dr Schiff.

"Ini adalah otot yang sama yang menyebabkan penyusutan dalam air dingin," tambahnya.

6. Jari kaki Anda kram

"Anda dapat mengidentifikasi seseorang yang berpura-pura orgasme hanya dengan menonton gerakan kaki," kata Dr Goldstein.

Saat berhubungan seks, ada banyak aktivitas di daerah saraf sumsum tulang belakang yang disebut S2, S3, dan S4.

Aktivitas yang dimaksud termasuk kontraksi otot-otot panggul yang membantu Anda ejakulasi.

Jika Anda memiliki orgasme yang kuat, aktivitas ini dapat menyebabkan stimulasi simpatis pada saraf di dekatnya, yakni S1.

Stimulasi simpatis inilah yang berperan dalam menimbulkan sensasi di bagian kaki, terutama di jari kelingking.

Editor: Alza Munzi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved