Breaking News:

Rizieq Titip Salam, Begini Jawaban Jokowi

Atas salam tersebut, menurut Bachtiar Nasir, Joko Widodo membalas salam tersebut dengan menjawab "wa'alaikum salam."

Fabian Januarius Kuwado
Presiden Joko Widodo saat menerima pimpinan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (25/6/2017). 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA -- Perkara pidana yang melanda Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab atau Habib Rizieq, menurut Ketua Gerakan Pengawal Fatwa (GNPF) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Bachtiar Nasir, sama sekali tidak dibahas dalam pertemuan pimpinan GNPF dengan presiden RI Joko Widodo, di Istana Negara, pada hari Minggu (26/6/2017).

Dalam pertemuan yang digelar di hari raya Idul Fitri itu, pimpinan GNPF sempat menyampaikan 'uneg-uneg' mereka selama ini ke Presiden, yang juga didampingi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Wiranto, serta Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Pratikno.

Baca: Istilah Halal Bihalal Bermula dari Permintaan Bung Karno Saat Elite Politik Gaduh

Salah satunya adalah soal kriminalisasi ulama, dan diskriminasi terhadap umat Islam.

"Kami sangat memahami, bahwa pihak rezim tidak merasa diskriminasi muslim dan non muslim, itu perasaan sana, di presiden, kami menyadari bahwa pak presiden dan rezim tidak merasa ada kriminalisasi ulama," ujarnya dalam konferensi pers di AQL Islamic Center, Jakrta Selatan, Selasa (27/6/2017).

Habib Rizieq adalah salah satu pimpinan dalam GNPF, yang sukses menggagas aksi bela Islam berkali-kali.

Pascaaksi bela Islam, sang habib ditetapkan sebagai tersangka oleh Polri, atas kasus dugaan penyebarann konten porno.

Konten tersebut adalah pembicaraan bernada porno, antara Habib Rizieq dengan seorang perempuan bernama Firza Husein.

Baca: Wajah Ummi Pipik Kini Sangat Sulit Dikenali

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, Habib Rizieq memilih berangkat ke Arab Saudi.

Halaman
123
Editor: fitriadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved