Pulau di Indonesia Ini Ternyata Pernah Ditukar dengan New York

Kondisi berbeda terjadi pada Pulau Run. Masyarakat dunia seolah sudah melupakannya.

Pulau di Indonesia Ini Ternyata Pernah Ditukar dengan New York
Istimewa
Pulau Run, Maluku Tengah 

Setelah empat tahun pengepungan oleh Belanda dan pembunuhan Nathaniel Courthope dalam penyergapan tahun 1620, Inggris dan sekutu setempat meninggalkan pulau tanpa perlawanan.

Menurut Perjanjian Westminster yang mengakhiri Perang Inggris-Belanda Pertama tahun 1652-1654, Run harus dikembalikan ke Inggris.

Usaha pertama tahun 1660 gagal karena ketegangan dengan Belanda; setelah usaha kedua tahun 1665, para pedagang Inggris diusir pada tahun yang sama dan Belanda menghancurkan pohon-pohon pala.

Baca: Rihanna Bercinta dengan Cowok Kaya Arab Saudi di Kolam Renang

Setelah Perang Inggris-Belanda Kedua tahun 1665-1667, Inggris dan Provinsi Bersatu Belanda membuat ketetapan dalam Perjanjian Breda: Inggris menduduki Pulau Manhattan yang ditempati secara tidak sah oleh Adipati York (kemudian menjadi James II, saudara dari Charles II) tahun 1664, dan mengganti namanya dari Amsterdam Baru menjadi New York City.

Sedangkan, Run diserahkan kepada Belanda.

Monopoli Belanda terhadap pala runtuh setelah pemindahan pohon pala ke Ceylon (kini Sri Lanka), Grenada, Singapura dan koloni Britania lainnya tahun 1817 setelah pendudukan pulau utamanya, Banda Besar, tahun 1810 oleh Kapten Cole yang mendorong keruntuhan supremasi Belanda dalam perdagangan rempah.

Pulau Run, Maluku Tengah (Wikipedia)
Pulau Run, Maluku Tengah (Wikipedia) 

Sampai sekarang masih ada pohon pala yang tumbuh di Pulau Run.

Saat ini kedua daerah itu memiliki kondisi yang jauh berbeda.

New York merupakan satu di antara tempat yang menjadi pusat aktivitas dunia.

Bahkan, New York juga disebut sebagai kota yang tidak pernah tidur.

Kondisi berbeda terjadi pada Pulau Run.

Masyarakat dunia seolah sudah melupakannya.

Bahkan, bisa jadi tidak banyak masyarakat Indonesia yang pernah mendengar namanya.

(Tribun Jatim/Januar Adi Sagita/Diolah dari berbagai sumber)

Editor: fitriadi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved