Selasa, 21 April 2026

Ada Keperluan Penting, Hary Tanoesoedibjo Tak Penuhi Panggilan Bareskrim

Adi enggan menyebut kegiatan apa yang dimaksud. Hary meminta pemeriksaan tersebut dijadwal ulang.

Editor: Hendra
Fachri Fachrudin
Pendiri MNC Group Hary Tanoesoedibjo (HT) memenuhi panggilan Direktorat Tindak Pidana Siber (Tipidsiber) Bareskrim Polri, Senin (12/6/2017). Ia akan diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan pesan singkat bernada ancaman kepada Kepala Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Yulianto. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA,  - CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo tidak memenuhi panggilan penyidik Bareskrim Polri untuk pemeriksaan, Selasa (4/7/2017).

Sedianya ia diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan mengancam Kepala Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Yulianto melalui media elektronik.

Pengacara Hary, Adidharma Wicaksono mengatakan, Hary berhalangan hadir karena harus menghadiri kegiatan lain.

"Sepengetahuan kami Pak HT belum bisa menghadiri panggilan Bareskrim karena ada keperluan yang mendesak dan tidak dapat ditinggalkan," ujar Adi melalui pesan singkat, Selasa.

Baca: Siang Ini Bos MNC Group Diperiksa Bareskrim Sebagai Tersangka

Namun, Adi enggan menyebut kegiatan apa yang dimaksud. Hary meminta pemeriksaan tersebut dijadwal ulang.

Nantinya pengacara akan menyerahkan surat permintaan penundaan pemeriksaan ke Bareskrim Polri.

"Paling cepat tanggal 11 Juli atau setelahnya," kata Adi.

Baca: Heboh! Beredar Foto Natasha Wilona Mandi Dikelilingi Tiga Cowok Telanjang Dada

Hary dikenakan Pasal 29 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) mengenai ancaman melalui media elektronik.

Ia dilaporkan Yulianto pada awal tahun 2016 lalu.

Baca: Body Sekel, Payudara Montok, Model Telanjang Ngaku Tak Ditawari Main Film

Dalam kasus ini, Yulianto tiga kali menerima pesan singkat dari Hary Tanoe pada 5, 7, dan 9 Januari 2016.

Isinya yaitu, "Mas Yulianto, kita buktikan siapa yang salah dan siapa yang benar. Siapa yang profesional dan siapa yang preman. Anda harus ingat kekuasaan itu tidak akan langgeng. Saya masuk ke politik antara lain salah satu penyebabnya mau memberantas oknum-oknum penegak hukum yang semena-mena, yang transaksional yang suka abuse of power. Catat kata-kata saya di sini, saya pasti jadi pimpinan negeri ini. Di situlah saatnya Indonesia dibersihkan."

Namun, Hary membantah mengancam Yulianto.

"SMS ini saya buat sedemikian rupa untuk menegaskan saya ke politik untuk membuat Indonesia lebih baik, tidak ada maksud mengancam," ujar Hary Tanoe.

Penulis: Ambaranie Nadia Kemala Movanita

Berita ini sudah ditayangkan di www.kompas.com dengan judul: Berhalangan Hadir, Hary Tanoe Minta Pemeriksaannya Diundur

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved