Pengacara Ngaku Tinggal Serahkan Memori Banding Vonis Mati Aliong si Pembunuh Sadis

Menurut Jailani, ia sedang melengkapi isi memori banding yang ditujukan kepada Pengadilan Tinggi (PN) Babel melalui PN Sungailiat

Pengacara Ngaku Tinggal Serahkan Memori Banding Vonis Mati Aliong si Pembunuh Sadis
bangkapos
Aliong saat diamankan Polres Bangka 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Jailani, Pengacara Terpidana Mati, Aliong (39) memang telah menyatakan banding saat sidang putusan Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat, tiga pekan silam.

Namun, memori banding belum diserahkan oleh pengacara kepada panitera pengadilan setempat.

Jailani dikonfirmasi Bangka Pos Group, Selasa (4/7/2017) mengakuinya. Menurut Jailani, memori banding yang dimaksud rencananya baru akan ia serahkan, besok, Kamis (6/7).

"Memori bandingnya akan saya serahkan Kamis (6/7/2017) nanti," katanya.

Menurut Jailani, ia sedang melengkapi isi memori banding yang ditujukan kepada Pengadilan Tinggi (PN) Babel melalui PN Sungailiat.

Walau memori banding belum tuntas ia susun, namun dipastikan proses banding tetap akan dilakukan demi membela kliennya, Aliong si terpidana pembunuh sadis yang dimaksud."Kita pastikan akan tetap banding," katanya.

Dua pekan lalu lanjut Jailani, dia sempat datang ke Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat, untuk menyatakan pernyataan secara tertulis perihal upaya banding yang dimaksud.

Pernyataan banding itu, rencananya disusul penyerahan memori banding, dalam waktu dekat, namun belum dilakukan.

"Yang jelas, saat sidang putusan mati pada klien kami beberapa pekan lalu di PN Sungailiat, saya dan klien (Aliong) saya langsung menyatakan sikap banding. Satu pekan setelah itu, saya datang lagi ke PN Sungailiat menyatakan banding (secara tertulis). Saat ini, saya tinggal serahkan memori bandingnnya saja," kata Jailani berjanji nanti akan menjelaskan seputar isi memori yang dimaksud pada wartawan.

Dilansir sebelumnya disebutkan, Aliong alias Ko Liong (39), terdakwa kasus pembunuhan ibu dan dan anak tertunduk lesu usai hakim Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat menjatuhkan hukuman mati terhadapnya, Selasa (13/6/2017).

Pembunuh sadis ini sepanjang sidang digelar duduk terbungkuk menundukan kepala di kursi pesakitan. Terdakwa baru berdiri dan bangkit mengangkatkan kepala setelah diminta hakim.

Putusan hakim yang diketuai Ketua Majelis Hakim, M Solihin didampingi dua anggota, Jhon Paul dan Imelda Sihite itu sesuai tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang juga menuntut mati terhadap Aliong warga Desa Rebo Sungailiat Bangka ini.

Hakim menilai, Aliong secara sadar telah melakukan pembunuhan terhadap Aura (7) anak di bawah umur dan ibunya, Imelda (35) alias Ida binti La Imron. Namun sesaat setelah hakim membacakan putusan mati, Aliong dan juga Pengacaranya, Jailani menyatakan banding.(*)

Penulis: ferylaskari
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved