BFS Temukan Si Cantik Claredia di Bukit Buik Kabupaten Bangka
Bukit ini banyak menyimpan sejuta pesona, baik itu pesona alam yang sangat menggoda bagi para penikmat keindahan
Penulis: nurhayati | Editor: Hendra
Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati
BANGKSPOS.COM, BANGKA--Bangka Flora Society (BFS) mengawali kegiatan ekspedisi semester ke dua tahun 2017 ini, ke salah satu satu puncak tertinggi di Bangka yakni Bukit Buik yang bersebelahan dengan Bukit Maras berada di Desa Dalil Kecamatan Bakam Kabupaten Bangka.
Bukit ini banyak menyimpan sejuta pesona, baik itu pesona alam yang sangat menggoda bagi para penikmat keindahan yang suka berpetualang. Ternyata pada ekspedisi kali ini BFS yang dipimpin Ady Suherman didampingi dua kader konservasi Desa Dalil Junaidi dan Ikhsan bersama beberapa Ketua BFS Dian Rossana Anggraeni, Anggota BFS dan 15 siswa Sekolah Alam Langit Biru yang merupakan binaan BFS, berhasil menemukan si cantik Claderia yakni anggrek hijau yang eksotik.
Anggrek hijau ini temukan di rute perjalanan menuju puncak air terjun Bukit Buik.
Diakui Ady, kegiatan ekspedisi ini selain merealisasikan program kerja juga selalu melakukan pemetaan dan identifikasi flora Babel.
"Kita juga akan lakukan konservasi ex-situ bila habitatnya terancam. Kegiatan kali ini juga melibatkan 15 siswa sekolah alam langit biru yang dipimpin oleh Bu Dian," jelas Ady melalui rilis yang dilirim BFS kepada bangkapos.com, Rabu (5/7/2017).
Menurutnya kesertaan siswanya dari Sekolah Alam Langit Biru untuk menyiapkan kader-kader hijau pecinta dan penjaga kelestarian alam dan lingkungan.
"Para siswa ini diajak untuk berinteraksi langsung agar dapat merasakan dengan mensyukuri karunia Allah dengan begitu dapat tertanam rasa memiliki dan bermuara terhadap kecintaannya dan menjaga lingkungan ini dengan sepenuh hati juga mereka bisa belajar langsung di habitat aslinya untuk mengidentifikasi keragaman Babel," ungkap Ady.
Diakuinya, memang wilayah ini baru pertama kali didatangi tim ekspedisi BFS yang menemukan keindahan dan eksotisme anggrek hijau. Anggrek ini cukup banyak dijumpai sepanjang perjalan tim menuju ke air terjun Bukit Buik.
"Ekspedisi ini terbayar sudah kepenatan, kejenuhan dan kecapekan dengan menyaksikan keindahan bukit buik dgn pesona anggrek hijaunya," kata Ady.
Calderia atau anggrek hijau dapat disaksikan hidup dan tumbuh subur di kawasan ini, daerah yang sejuk karena memiliki kelembaban yang cukup tinggi dengan aliran air, diselamatkan batu sungai kecilnya yang menjadikan tempat ini merupakan tempat tumbuh suburnya si cantik Claderia atau anggrek hijau.
Menurut Ketua BFS Dian Rossana Anggraeni, memang species angrek hijau dapat tumbuh dan hidup di ketinggian asalkan lingkungannya mendukung dengan kelembaban yang ideal.
"Padahal biasanya anggrek ini hidup dan tumbuh di daratan rendah yang berawa rawa, inilah yang menjadikan anggrek ini lebih spesial dibanding ke sembilan anggrek yang dijumpai tim dalam perjalanannya, dimana anggrek ini warnanya sedikit lebih pekat hijaunya dibanding yang sudah dijumpai sebelumnya," jelas Dian.
Hal ini terjadi karena lingkungan hutan yang masih cukup lebat dan tentunya sangat terjaga suhu dan kelembabannya.
Dikatakannya, selain si cantik Claderia, anggrek hijau juga dijumpai sekitar sembilan spesies anggrek lainnya, diantaranya juga ditemukan dendrobium lamelatum, dendrobium elipsophyllum, dendrobium leonis, juga ada bulbophyllum pucturatum (anggrek kancing), bulbophyluum pictum, eria jakobsoni'i, dan sangoinulantum si anggrek daun merah atau biasa populer dengan sebutan anggrek tusuk konde.
"Kecantikan dan keindahan Claderia si hijau dari Bukit Buik ini memberikan warna tersendiri dalam menunjang keindahan air terjun Bukit Buik. Namun ini harus menjadi perhatian kita semua untuk menjaga ekosistemnya agar dapat terjaga dan bisa dinikmati sepanjang masa bagi setiap pengunjung untuk melakukan wisata di daerah ini," pesan Dian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/ekspedisi-bangka-flora-society-ke-bukit-buik_20170705_154030.jpg)