Breaking News:

Apa Benar 'Ndeso' Termasuk Ujaran Kebencian?

Sebelum Kaesang, Tukul Arwana juga pernah mempopulerkan kalimat katrok dan wong ndeso.

Editor: fitriadi
www.memecomic.id
Salah satu meme 'Ndeso' ala Kaesang yang populer di media sosial. 

Di mata masyarakat, ndeso identik dengan orang yang kampungan, ketinggalan zaman atau belum mengetahui sesuatu yang sedang bergaya modern.

Atau menurut Lihat.co.id, Ndeso adalah orang yang berpikiran cenderung ke sesuatu yang masih tradisional, primitif atau yang seharusnya sudah berkembang di zaman modern.

Dia dianggap belum mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan modernisasi.

Menggunakan sesuatu tidak pada semestinya, padahal banyak orang lain yang sudah tahu menggunakannya dengan benar.

Ndeso berasal dari kata Desa.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, artinya adalah:

n kesatuan wilayah yang dihuni oleh sejumlah keluarga yang mempunyai sistem pemerintahan sendiri (dikepalai oleh seorang kepala desa)
n kelompok rumah di luar kota yang merupakan kesatuan: di -- itu belum ada listrik
n udik atau dusun (dalam arti daerah pedalaman sebagai lawan kota): ia hidup tenteram di -- terpencil di kaki gunung
n kl tanah; tempat; daerah.

Sebelum Kaesang, Tukul Arwana juga pernah mempopulerkan kalimat katrok dan wong ndeso.

Dua kalimat ini kurang lebih bermakna sama.

Tukul Arwana beberapa kali juga menyebut dirinya sebutan serupa.

Lalu apakah Ndeso memiliki konotasi negatif?

Ternyata menurut polisi yang meminta keterangan dari ahli bahasa dan ahli informasi, tidak ada konotasi negatif dalam kalimat ndeso.

"Kami kan' sudah memeriksa saksi ahli, dan tidak termasuk unsur ya (pidana)."

"Artinya kami tinggal menunggu gelar perkara, ada ahli bahasa dan IT," ujar Juru Bicara Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Kamis (6/7/2017) dikutip dari Tribunnews.com.

Halaman
123
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved