Video Kaesang 'Ndeso' Bukan Ujaran Kebencian

Polisi memastikan kasus yang dilaporkan Muhammad Hidayat (52) dengan terlapor Kaesang Pangarep lemah dari segi hukum.

Video Kaesang 'Ndeso' Bukan Ujaran Kebencian
You Tube
Kaesang Pangarep 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Polisi memastikan kasus yang dilaporkan Muhammad Hidayat (52) dengan terlapor Kaesang Pangarep lemah dari segi hukum.

Putra bungsu Presiden Joko Widodo dilaporkan atas kasus dugaan ujaran kebencian. Polisi telah memintai keterangan tiga saksi, yakni ahli bahasa dan ahli teknologi informasi.

"Kami sudah memeriksa saksi ahli, dan tidak termasuk unsur ya (pidana). Artinya kami tinggal menunggu gelar perkara. Ada ahli bahasa dan IT," ujar Juru Bicara Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Kamis (6/7/2017).

 

Kaesang dipolisikan karena mengunggah video dengan ucapan, "Mengadu-adu domba dan mengkafir-kafirkan, tidak mau mengingatkan, padahal sesama muslim karena perbedaan dalam memilih pemimpin. Apaan coba? Dasar ndeso". Berdasarkan keterangan saksi ahli bahasa, kata 'Ndeso' tidak termasuk ujaran kebencian.

"Dari keterangan ahli bahasa itu tak ada (ujaran kebencian)," kata Argo.

Kaesang dilaporkan dengan nomor polisi: LP/1049/K/VI/2017/Restro Bekasi Kota. Kaesang dilaporken oleh Muhammad Hidayat. Dalam laporannya, Hidayat juga turut membawa barang bukti berupa dokumen print out dari Youtube.

Putra bungsu Jokowi itu, memang pernah mengunggah video blog pada 27 Mei 2017. Dalam video berdurasi 2 menit 41 detik itu, awalnya Kaesang menyinggung soal ada oknum yang sukanya meminta-minta proyek pemerintah. Setelah itu, Kaesang juga menyinggung soal pentingnya menjaga generasi muda dari hal-hal negatif.

Editor: edwardi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved