HNSI Bangka Pertanyakan Penggunaan Alat Tangkap dan Sistim Penerangan Kapal Compreng

terlepas kapal itu memenuhi aturan Menteri KKP atau tidak, bahwa yang paling penting operasi kapal bagan yang dimaksud meresahkan

HNSI Bangka Pertanyakan Penggunaan Alat Tangkap dan Sistim Penerangan Kapal Compreng
Nurhayati/Bangkapos.com
Tambatan perahu nelayan di Pantai Matras Sungailiat. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Bangka, Ridwan, Senin (10/7/2017), mempertanyakan parameter peralatan maupun alat penerangan yang digunakan kapal compreng di Perairan Bangka.

Dia menduga, sarana atau peralatan yang digunakan kapal compreng, melanggar aturan Menteri KKP Nomor 2 Tahun 2011.

Dijelaskan Ridwan, bagan berperahu atau compreng singkatan LNB-BP, kode 05.2.0.1, sifatnya API Pasif.

Ukuran Selektifitas dan kapasitas API Mesh size >1 mm; P <5 m; L <5 m, ABPI Lampu <2000 watt. Mesh size >1 inch; P <20 m; L <20 m, Lampu <2000 watt.

Sedangkan kapasitas kapal 30 GT up jalur penangkapan ke III.

"Nah, disini misalnya, kita lihat pemanfaatan kapasitas penerangan yang dilakukan oleh pemilik kapal compreng, apakah melebihi ketentuan yang sudah ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri (Kepmen) KKP Nomor 2 Tahun 2011 atau tidak," katanya.

Namun kata Ridwan, terlepas kapal itu memenuhi aturan Menteri KKP atau tidak, bahwa yang paling penting operasi kapal bagan yang dimaksud meresahkan nelayan lokal.

"Dilihat dari sisi yang meresahkan masyarakat nelayan kecil Kabupaten Bangka," katanya.

Ridwan mengaku tak bosan-bosannya melaporkan keluhan nelayan terkait keberadaan Kapal Compreng ini.

Laporan dari masyarakat nelayan sudah kembali dia teruskan ke pihak terkait dengan harapan segera ditindaklanjuti.

"Harapan kami agar pihak terkait segera mengimbau kepada pemilik kapal compreng untuk menjauh dari lokasi tangkapan nelayan atau fishingground, sehingga memberikan keleluasaan terhadap nelayan tradisional untuk penangkapan ikan," katanya.

Penulis: ferylaskari
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved