IRT Asal Koba Ini Mengaku Mencuri Emas Karena Terlilit Utang

Suaminya yang hanya bekerja TI, juga membuat Meri kesulitan membayarkan hutang hutangnya, sehingga dengan hasil curian

IRT Asal Koba Ini Mengaku Mencuri Emas Karena Terlilit Utang
Bangkapos/Riki Pratama
Tiga ibu rumah tangga tersangka pencurian emas, Yayi (kiri) Meri (tengah) dan Leni Merlina (kanan) di amankan di Polsek Toboali, Kabupaten Bangka Selatan 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riki Pratama

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Tersangka pencurian emas di Toko emas yang berada di pasar Sukadamai, Toboali yakni Meri (43) warga Kecamatan Koba, Bangka Tengah mengaku Khilaf karena mencuri emas pada, Selasa (4/7/2017) lalu di Pasar Sukadamai.

Menurut ibu tiga orang anak ini, dirinya melakukan aksi kriminal ini karena terpaksa, karena dirinya terlilit hutang mencapai Rp 8 juta.

Suaminya yang hanya bekerja TI, juga membuat Meri kesulitan membayarkan hutang hutangnya, dengan hasil curian emas dirinya menggunakan uang tersebut untuk membayarkannya.

"Karena saya banyak hutang jadi mencuri, dan teman saya dua ini tidak ada paksaan mereka ingin ikut, aku khilaf awalnya tidak tepikir mau maling,"jelas Meri yang terus tertunduk ketika di tanya wartawan, Rabu (12/7/2017) di Polsek Toboali.

Menurut Meri ketika mencuri ia meminta untuk penjual menghadirkan emas di atas kaca tempat emas di letakkan, lalu salah satu emas yang di tampilkan ia genggam dan masukan ke dalam tas.

"Awalnya aku nanyak dari emas dua, tiga hingga lima suku (gram), aku genggam yang lima suku, ketika ayuk penjaganya tidak melihat, setelah dapat langsung lari kami,"ujarnya

Meri juga megakui bahwa, awalnya sebelum mencuri mereka mengajak mengobrol penjaga toko, sambil mencari kesempatan yang pas untuk mengambil emas yang berada di atas kaca.

"Kita pura pura ngobrol, ketika tidak melihat, baru di ambil,"lanjutnya.(*)

Penulis: Riki Pratama
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved