Ketum MUI dan PBNU Temui Jokowi Protes 5 Hari Sekolah

"Kami menyampaikan salam dari kyai pesantren seluruh Indonesia yang semuanya menolak sekolah 5 hari," kata Said Aqil.

Ketum MUI dan PBNU Temui Jokowi Protes 5 Hari Sekolah
KOMPAS.com/Kristian Erdianto
Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Maruf Amin saat ditemui usai dialog kebangsaan Muslimat NU dengan tema Pancasila, Agama dan Negara di Hotel Crowne Plaza, Jakarta Selatan, Senin (27/3/2017). 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Ma'ruf Amin dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siradj menemui Presiden Joko Widodo, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (11/7/2017).

Said Aqil mengatakan, salah satu tujuan kedatangan mereka adalah untuk memprotes program sekolah 5 hari yang digagas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

"Kami menyampaikan salam dari kyai pesantren seluruh Indonesia yang semuanya menolak sekolah 5 hari," kata Said Aqil usai pertemuan dengan Jokowi.

Baca: Jokowi Sudah Teken Perppu Pembubaran Ormas

Dengan sekolah lima hari, maka jam belajar akan ditambah hingga mencapai 8 jam per harinya.

Said Aqil menegaskan bahwa hal tersebut akan mengganggu kegiatan pengajian dan ilmu agama di madrasah yang dimulai selepas shalat dzuhur atau pukul 12.00 WIB.

"Itu akan menggusur sekolah agama dan madrasah-madrasah yang jumlahnya 6.000-7.000 di seluruh Indonesia milik NU yang dibangun masyarakat," ucap Aqil.

Menurut Said Aqil, Presiden memahami betul keberatan yang disampaikan.

Presiden, kata Aqil, berjanji akan mempercepat pembentukan peraturan presiden yang akan menggugurkan peraturan menteri pendidikan nomor 23 Tahun 2017.

Selama Perpres belum terbit, permen yang ditandatangani Menteri Pendidikan Muhadjir Effendy itu juga tidak akan diberlakukan.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved