Mo Raih Keuntungan Rp 11 Juta dari Nanam Jagung Dilahan Milik Bupati Bangka

Bertani sangat menguntungkan jika ditekuni dengan serius dan mau bekerja keras bisa menjadi petani sukses

Mo Raih Keuntungan Rp 11 Juta dari Nanam Jagung Dilahan Milik Bupati Bangka
Bangkapos/Nurhayati
Petani Holtikultura Ahmad Sayuti (mengenakan baju kaos putih berlengan hijau) berfoto bersama Bupati Bangka H Tarmizi Saat dan istri serta Komandan Korem 045/Korem Garuda Jaya Kolonel Inf Abdurahman dan istri, Kamis (13/7/2017) di Desa Kemuja. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Bertani sangat menguntungkan jika ditekuni dengan serius dan mau bekerja keras bisa menjadi petani sukses.

Hal ini dibuktikan sendiri oleh Ahmad Sayuti Warga Desa Kemuja Kecamatan Mendobarat Kabupaten Bangka.

Kendati sudah beberapa kali menanam jagung manis Ahmad Sayuti sudah merasakan manisnya keuntungan yang ia dapatkan.

Dia sendiri berkebun jagung dilahan kebun milik Bupati Bangka H Tarmizi Saat di atas lahan seluas setengah hektar.

Diakui Ahmad Sayuti yang akrab disapa Mo, di atas lahan milik orang nomor satu di Kabupaten Bangka ini, ditanami bibit jagung sebanyak empat bungkus dimana satu bungkusnya seberat 2,5 ons dengan merek New Agri.

"Satu bungkusnya kita hitung jumlahnya kurang lebih 1.700 dikali empat sebanyak 6.800 hidupnya kurang lebih 6.500," jelas Mo kepada bangkapos.com, Kamis (13/7/2017) ketika panen jagung yang dilakukan Bupati Bangka H Tarmizi Saat dan Komandan Korem 045/Korem Garuda Jaya Kolonel Inf Abdurahman di Desa Kemuja.

Modal yang dia keluarkan sebesar Rp 4 juta. Dari mulai nanam jagung hingga panen membutuhkan waktu selama 74 hari atau sekitar 2,5 bulan.

Dimana hasil tanaman jagungnya bisa mencapai tiga ton lebih, jika dijual sebesar Rp 5.000 perkilo bisa mendapatkan uang sebesar Rp 15 juta dikurangi modal sebesar Rp 4 juta maka dia bisa mengantongi keuntungan sebesar Rp 11 juta.

"Itupun tengkulak yang ngambil ke sini dengan harga Rp 5.000 perkilo kalau di pasar sudah Rp 10.000. Wajarlah kalau dikebunnya langsung setengah harga," kata Mo.

Disampaikan Mo, lahan ini biasanya ditanami padi tetapi karena belum masa tanam ia memanfaatkan dengan menanam jagung.

"Kalau kita sudah biasa nanamnya, kadang nanam timun, kadang-kadang kacang tanah tetapi pas kebetulan di lahan ini baru sekali ini. Biasanya kita di lahan sebelah itu. Dulunya masih semak,masih hutan kita nggak bisa nanam," ungkap Mo.

Menurutnya tidak ada kendala dalam menanam jagung ini. Apalagi ia mendapat bimbingan dari penyuluh pertanian lapangan (PPL) Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluh Pertanian Kabupaten Bangka serta Dinas Pertanian Kabupaten Bangka.

"Saya menganjur petani kalau pas tidak tanaman padi nanam jagung karena menguntungkan," imbau Mo.(*)

Penulis: nurhayati
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved