Suherman Minta Tak Ada Lagi Prostitusi Terselubung dan Penjualan Miras di Panti Gembira

Para pedagang tidak keberatan untuk direlokasi ke Gedung Panti Wangka dan depan toko buah.

Suherman Minta Tak Ada Lagi Prostitusi Terselubung dan Penjualan Miras di Panti Gembira
Bangkapos.com/Nurhayati
┬áKepala UPT Pasar Sungailiat Achmad Suherman mengatur PKL gerobak di Pasar Mambo yang pindah ke depan pasar buah di Pasar Sungailiat, Sabtu (15/7/2017). 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kepala UPT Pasar Sungailiat Achmad Suherman bersyukur para pedagang di Pasar Mambo mendukung pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Terminal Sungailiat.

Menurutnya para pedagang tidak keberatan untuk direlokasi ke Gedung Panti Wangka dan depan toko buah.

"Untuk pedagang Pasar Mambonya sudah pindah ke Panti gembira dari semalam. Alhamdulillah para pedagang menyetujui dan tidak ada kendala apa-apa," kata Suherman kepada bangkapos.com, Sabtu (15/7/2017) di depan toko buah Pasar Sungailiat.

Menurutnya, pemerintah daerah tidak punya niat melarang para pedagang tetapi menata kembali terminal Sungailiat untuk dijadikan kawasan RTH.

Relokasi pedagang di Sungailiat. (Bangkapos.com/Nurhayati)
Relokasi pedagang di Sungailiat. (Bangkapos.com/Nurhayati) 

Para pedagang tersebut pindah ke Panti Gembira hanya selama enam bulan.

Setelah itu mereka nanti akan berdagang kembali di kawasan RTH pada awal Januari 2018 nanti.

"Setelah dibangun mereka bisa berdagang kembali disana," kata Suherman.

Jumlah pedagang yang punya warung sebanyak 49 pedagang sedangkan untuk PKL gerobak sebanyak 34 pedagang. Mereka berjualan di terminal sementara ini.

"Mereka kan berjualannya malem kalau pagi sudah bersih. Rata-rata masyarakat setuju semua yang penting kemajuan baik nanti ke depan untuk kota Sungailiat," jelas Suherman.

Halaman
12
Penulis: nurhayati
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved