Masih Suka Ngambek Kayak Pacaran, Ini Tips Rumah Tangga Harmonis Istri Gubernur Babel
Wanita cantik kelahiran Pangkalpinang, 44 tahun lalu ini dikenal ramah dan aktif di berbagai organisasi.
BANGKAPOS.COM - Nama Melati Rosman kini sudah tak asing lagi di Babel.
Wanita cantik kelahiran Pangkalpinang, 44 tahun lalu ini dikenal ramah dan aktif di berbagai organisasi.
Sejak suaminya, Erzaldi Rosman menjabat Gubernur Kepulauan Babel, kesibukan ibu 3 orang anak ini semakin padat.
Padahal, sejak mendampingi sang suami sebagai Wakil Bupati Bangka Tengah periode 2005-2010 dan Bupati Bangka Tengah 2010-2015 dan 2015-2017, seabrek kegiatan menantinya.
Dia berbagi pengalamannya berumah tangga hingga kini menginjak usia pernikahan ke-25 tahun.
Melati digambarkan sebagai perempuan energik, fashionable, cerdas, sederhana dan ramah.
Kiprahnya sebagai perempuan yang aktif di berbagai kegiatan kemanusiaan, perempuan dan anak-anak mengantarkannya pada berbagai penghargaan.
Beberapa di antaranya adalah Manggala Karya Kencana tahun 2013 dari kepala BKKBN Pusat atas kepedulian pembangunaan dibidang keluarga berencana, Anugrah Pahita Ekapraya tahun 2016 tingkat madya dari kementrian Perempuan dan Perlindungan anak RI, yang diserahkan oleh Mentri Yohana Yambise.
Sebagai istri Gubernur, ibu dari tiga orang anak, dan ibu bagi masyarakat di Bangka Belitung tentunya tak mudah membagi peran dan tanggung jawabnya.
Namun hal itu, tak lantas mengurangi keluwesan dan keinginanya untuk mewakafkan diri bagi masyarakat Babel.
Mendampingi orang nomor satu di Babel membuat ia mendapatkan tanggungjawab dan jabatan yang melekat seperti Bunda Paud Babel, Ketua PKK, Ketua Dekranasda dan jabatan-jabatan melekat lainnya.
Dengan semangatnya, ia melakukan berbagai inovasi di beberapa organisasi yang dipimpinnya seperti PKK.
Baginya PKK bukan hanya sekadar mengurusi hal-hal recehan.
"Selama ini stigma masyarakat, PKK itu urusan perempuan, saya menabrak ini, PKK ini milik semua ada laki-laki dan perempuan, karena PKK adalah kumpulan orang-orang yang berdedikasi, memiliki gagasan, dan mau berkembang," katanya.
Ia bahkan melakukan open recruitmen volunter PKK secara terbuka dan diumumkan di media masa.
Dalam menggerakkan PKK dirinya ingin memiliki tim yang solid dan berkompeten untuk menjalankan roda organisasai.
"Satu lagi tantangan merubah image PKK bukan hanya urusan recehan, tapi menjadi organisasi yang diandalkan, kumpulan orang yang cerdas," jelasnya.
Seleksi untuk menjadi volunter PKK juga dirinya lakukan sendiri, ia ingin kedepannya PKK Babel dapat memberikan kontribusi yang besar dalam mengembangkan roda pemerintahan dan menjadi mitra dari pemerintah.
Diakuinya, sejak menjadi ketua PKK Bangka Tengah dirinya sudah membuktikan bahwa PKK bisa berkembang dan tidak hanya melibatkan perempuan tetapi juga kaum laki-laki.
Kedepannya, ia berencana akan membuat tabloid PKK, merancang program PKK secara luas.
"Belasan yang melamar, masyarakat Babel punya kesempatan yang sama untuk membangun gagasan, ini kan bisa saja dari kalangan akademisi, LSM, Kelompok tertentu, kita mengakomodir semua selama untuk kepentingan bersama dan frekuensi yang sama untuk mewakafkan diri untuk Babel," paparnya.
Ia berharap melalui PKK, berbagai kegiatan sosial dan program kemasyarakatan dapat terjangkau.
Selain PKK, dirinya juga akan menggiatkan untuk memperkuat bank sampah di kabupaten/kota.
Menurutnya, bank sampah harus dioptimalkan, dan diharapkan dapat menjadi pionir dari sampah bisa menghasilkan uang untuk membayar listrik dan iuran BPJS.
"Bank sampah akan diperkuat lagi, kita sukseskan misi pak gubernur untuk pariwisata, jadi bank sampah ini bisa objek wisata, kita urai sampahnya, setelah dicacah kan bisa jadi kerajinan, setiap kabupaten diharapkan punya bank sampah nanti inisiatornya PKK bekerasama dengan BUMDES," ujarnya.
Tak hanya itu, posyandu juga akan menjadi perhatian seriusnya.
Pasalnya, ia menilai posyandu berperan penting untuk perkembangan bayi dan balita yang akan menjadi generasi penerus bangsa.
"Posyandu akan diperkuat lagi, dasa wisma juga harus diperkuat keberadaannya," katanya.
Kendati kesibukan dan aktivitasnya padat, baginya ia tetaplah seorang perempuan istri sekaligus ibu.
Oleh karena itu, ia berpesan agar wanita-wanita babel untuk tetap berkiprah pada bidang yang disukainya tanpa melupakan kodratnya.
"Kita engga boleh keluar kodrat sebagai perempuan yang memiliki tanggungjawab terhadap anak dan keluarga.
Secara sejalan akan bisa mengatur dan selalu jadi wanita yang mandiri. Jadilah wanita yang cerdas.
Jadikan suami itu partner, ketika istri menjadi suporter utama suami, maka karir suami bisa lebih melesat," pesannya. (krisyanidayati)
Sama seperti pacaran
Menjadi Istri orang nomor satu di Babel, rupanya bukanlah hal yang mudah.
Ada banyak tantangan, suka dan duka dijalaninya. Terutama dalam hal membagi waktu, untuk anak-anaknya, keluarga, dan masyarakat Babel.
"Dalam membagi waktu sebaik-baiknya, untuk diri sendiri, masyarakat, keluarga, anak-anak, semuanya harus sesuai porsinya," katanya.
Tantangan lain bagi dirinya untuk menjadi partner yang seimbang.
Tidak hanya sebagai istri, tetapi juga teman diskusi.
"Saya juga harus memposisikan diri sebagai teman diskusi, biar saya bisa memberikan solusi," ujarnya.
Tak hanya itu, ia juga harus turut memperhatikan kesehatan sang suami di tengah padatnya aktivitas untuk memimpin Babel.
"Bapak kan suka agak nakal soal makan karena pecinta kuliner, semua makanan dihajar, makanya saya selalu jadi alarm buat beliau, saya sampe dibilang juwet sama beliau karena ngingetin," katanya.
Ia mengatakan dirinya selalu terkesima dengan sosok Erzaldi Rosman Djohan yang sudah menjadi suaminya.
Menurutnya, sosok Erzaldi memang tak romantis, tapi selalu memberikan kenyamanan bagi ia dan anak-anaknya.
"Saya tujuh tahun pacaran dengan beliau, pertemuan dimulai saat saya menjadi mahasiswa baru, waktu itu beliau komandan, mencarikan ruangan untuk saya, dan saya enggak tau kalau beliau itu anak wali kota pada masa itu," ceritanya.
Baca: Berhawa Sejuk di Atas Pohon, Ini Keindahan Tersembunyi Bukit Gebang di Bangka Selatan
"Beliau tidak suka berkata-kata romantis atau mengumbar kalimat mesra, tapi cara berpikirnya waktu itu beliau bilang enggak cari pacar tapi cari istri, ibadahnya juga kuat, pikirannya visioner, serius dan enggak neko-neko padahal waktu itu saya dekat dengan seorang pilot," katanya.
Baca: Koyo Berubah Hitam Saat Ditempel di Telapak Kaki, Tak Disangka Ternyata Ini Kejadian Sebenarnya
Hingga saat ini, menurutnya perasaan dirinya meski sudah menjalani 25 tahun pernikahan sama seperti saat pacaran.
"Kita selalu menjaga perasaan dari zaman pacaran sampai sekarang, umur nambah tapi ngambeknya saya masih sama, becandanya masih sama. Ini yang sama-sama kita pegang dan jaga," bebernya.
Baca: Pakai Baju Ini, Belahan Dada Istri Gading Marten Terlihat Jelas, Netizen Sampai Bilang Begini
Menurutnya, perannya sebagai istri di rumah diibaratkannya sebagai jantung rumah.
Oleh karena itu, dirinya harus bisa menjaga moodnya sepanjang hari agar keluarganya selalu bahagia
"Satu kunci bahwa ketika suami bersama istri harus bahagia, istri itu jantungnya rumah, ketika istri unhappy, begitu juga anak-anak, tapi ketika ibu mereka happy satu rumah akan happy, happy wife is happy life," katanya.(krisyanidayati)
Biografi
Nama : Melati Erzaldi
TTL : Pangkalpinag, 30 Oktober 1973
Hobi : Olahraga, travelling
Riwayat pendidikan :
1980-1986 SDN 29 Tanjung Pinang
1986-1989 SMPN 75 Jakarta Barat
1989-1992 SMA 65 Jakarta Barat
Universitas Tarumanegara
Moto Hidup: Sebaik-sebaiknya manusia, manusia yang bermanfaat untuk manusia lain.
Suami : Erzaldi Rosman Djohan
Anak:
1. Febryano Ammar Rafii
2. Nakita Phedra Khoirunnisaa
3. Tabina Azka Zafirah
Tulisan ini sudah diterbitkan di edisi cetak Bangka Pos dengan judul: PKK Kumpulan Orang Berdedikasi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/melati_20170616_101823.jpg)