Radikalisme dan Anti Pancasila Menyasar Mahasiswa dan Pelajar

Menteri Sosial mewanti-wanti bahaya gerakan anti pancasila dan radikalisme yang juga merebak di kalangan pelajar dan mahasiswa.

Radikalisme dan Anti Pancasila Menyasar Mahasiswa dan Pelajar
Bangkapos.com/Dok
ILustrasi: Menteri Sosial Republik Indonesia Khofifah Indar Pariwansa didampingi Bupati Bangka H Tarmizi Saat, Sekda Babel Yan Megawandi dan Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Bangka Hj Mina Tarmizi memantau pencairan dana bansos Program Keluarga Harapan di Desa Silip Kecamatan Riausilip Kabupaten Bangka, Rabu (5/4/2017). 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA -- Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mewanti-wanti bahaya gerakan anti pancasila dan radikalisme yang juga merebak di kalangan pelajar dan mahasiswa.

Sejumlah survey, kata Khofifah, memaparkan hasil yang cukup mencengangkan. Antara lain dari Saiful Mujani yang menyebutkan benih radikalisme di kalangan remaja Indonesia dalam tahap mengkhawatirkan.

Sebanyak 6,12 persen menyatakan setuju bahwa pengeboman yang dilakukan Amrozi cs merupakan perintah agama.

Dan 40,82 responden menjawab "bersedia", dan 8,16 persen responden menjawab "sangat bersedia" melakukan penyerangan terhadap orang atau kelompok yang dianggap menghina Islam.

"Umumnya pelajar yang dimaksud siswa SMA dan mahasiwa atau di kalangan perguruan tinggi. Bahaya kalau ini terus dibiarkan," kata Khofifaf dalam rilisnya.

Baca: 16 Titik di Indonesia Bisa Jadi Seperti Marawi Kini Diisolasi TNI

Sementara dalam survey Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) disebutkan ada 9,2 persen responden yang setuju NKRI diganti menjadi negara khilafah atau negara Islam.

Adapun dalam survey Wahid Foundation, lanjut Khofifah, sebanyak 7,7 persen responden bersedia melakukan tindakan radikal bila ada kesempatan dan sebanyak 0,4 persen justru pernah melakukan tindakan radikal.

Khofifah mengatakan, angka yang disebutkan tersebut mungkin terbilang kecil.

Namun demikian, tetap merupakan suatu ancaman.

Halaman
123
Editor: fitriadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved