Warga Desa Sulit Beralih Dari Perkebunan Ke Tanaman Holtikultura
Memang sulit merubah kebiasaan manusia, apalagi pertanian sahang, karet sudah turun temurun dikerjakannya
Laporan Wartawan Bangka Pos, Nordin
BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Warga Desa Di Bangka Selatan Khususnya wilayah Kecamatan Payung sulit beralih dari tanaman yang sudah mereka tekuni secara turun temurun.
Sebagai mayarakat yang mayoritas petani mereka lebih banyak menanam tanaman jangka panjang seperti sahang, karet dan sawit, selebih itu tidak ada.
Hal ini disebutkan kades Irat Kecamatan Payung Kabupaten Bangka Selatan Barul Mazi.
Padahal pihaknya telah melakukan sosialisasi untuk mengajak warga menanam tanaman jangka pendek.
"Memang sulit merubah kebiasaan manusia, apalagi pertanian sahang, karet sudah turun temurun dikerjakannya. Setahu saya di Desa Irat tidak lebih dari 10 orang yang menanam sayur-sayuran meskipun masyarakat mayoritas petani," ujar Barul Mari
Sama halnya dengan desa Sengir, menurut Pjs Kades setempat Abdurroni petani didesanya masih enggan berkebun sayur mayur karena belum terbiasa. Mereka lebih memilih menanam sawit dan sahang.
"Dari dulu sahang dan karet, sekarang sawit, kalau sayur mayur masih sangat jarang," sebutnya
Terpisah Kades Bedengung Sahmi Abdulah juga berujar demikian, kalau dibimbing dan diberi contoh kemungkinan masyarakat akan mencoba menanam sayur mayur dikebunnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/pjs-kades_20170720_221108.jpg)