Poskesdes Harus Melayani Bumil, Jika Menolak Laporkan Ke Dinkes

Jika ada poskesdes yang menolak maka bisa melaporkan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka di nomor 08127176423

Poskesdes Harus Melayani Bumil, Jika Menolak Laporkan Ke Dinkes
Bangkapos/Nurhayati
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka dr Then Suyanti berfoto bersama Kepala Dinas Kesehatan Babel drg Mulyono, Asisten Bidang Kesra dan Pemerintahan Setda Bangka Teddy Sudarsono, Kepala Dinas Sosial dan Pemerintahan Desa Arman Agus, saat peluncuran Gerakan Masyarakat (Germas) dan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Masyarakat (POS PK), Selasa (25/7/2017) di Novilla Boutique Resort. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka dr Then Suyanti menekankan bahwa Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) masih melayani ibu yang melahirkan.

"Jika ada poskesdes yang menolak maka bisa melaporkan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka di nomor 08127176423," tegas dr Then saat peluncuran Gerakan Masyarakat (Germas) dan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Masyarakat (POS PK), Selasa (25/7/2017) di Novilla Boutique Resort.

Menurutnya, jika ditemukan ibu hamil beresiko tinggi (bumilristi) maka untuk pemeriksaan USG gratis seluruh bumilristi, bukan hanya berasal dari kalangan masyarakat miskin.

Dikatakannya pemeriksaan pada masa kehamilan ini dilakukan minimal empat kali.

Diakui Then untuk angka kematian ibu di Kabupaten Bangka menurun dimana tahun 2017 ini hanya satu orang, sedangkan untuk kematian bayi lebih banyak sebanyak 20 bayi.

"Kematian bayi ini karena pemeriksaan tidak menggunakan USG karena bayi lahirnya rendah. Tolong kades/lurah jika ada bumilristi membantu membujuk untuk melakukan pemeriksaan karena dananya sudah disediakan," jelas dr Then.

Pendataan bumilristi dapat mengklik aplikasi yang diluncurkan Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka yakni Resti Cikar dan SMS Bunda Cerdas.

Kegiatan Germas dan PIS PK ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan kades, lurah dan bidan desa mengenai desa siaga dan kelurahan siaga,
terselenggaranya kesehatan dasar dan upaya penberdayaan masyarakat untuk menolong dirinya.

Menurut dr Then kegiatan ini diikuti sebanyak 154 orang yang terdiri dari 77 kades dan 77 bidan desa.(*)

Penulis: nurhayati
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved