Alasan Petani Belitung Hina Aparat di Medsos Gara-gara Ini
Sebelum membuat status tersebut, dia sempat "menguping" pembicaraan antara seorang polisi dan warga mengenai salah satu
Penulis: Disa Aryandi | Editor: Iwan Satriawan
Laporan Wartawan Pos Belitung, Disa Aryandi
BANGKAPOS.COM, BELITUNG -- Alasan Verdian Dirga Pratama (23) warga Dusun Aik Gede, Desa Kembiri, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung membuat status menghina aparat melalui media sosial (medsos) facebook lantaran kesal.
Sebelum membuat status tersebut, dia sempat "menguping" pembicaraan antara seorang polisi dan warga mengenai salah satu penyebab terjadinya banjir di Desa Cerucuk, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung.
Baca: Hina Aparat Melalui Medsos, Petani di Belitung Ini Berurusan dengan Polisi
Kata Verdian, seorang polisi itu berbicara bahwa salah satu penyebab banjir yaitu akibat aktivitas tambang inkonvensional (TI).
Lantas polisi tersebut langsung menyinggung mengenai aktivitas tambang di Kecamatan Sijuk.
"Langsung saya bilang, saya orang sijuk asli, tapi tidak bukak tambang. Tidak tau saya polisinya. Habis itu saya pulang kerumah baru buat status itu," ujar Verdian kepada posbelitung.com, Kamis (27/7/2017).
Status yang dibuat Verdian di akun facebooknya itu, kini sudah dihapus olehnya.
Pasalnya orang tuanya meminta menghapus facebook itu, lantaran orang tua Verdian sudah dihubungi oleh polisi.
"Tidak ada maksud lain lah, cuma itu saja. Ya lagi kesal saja, ibu mertua malam rabu kemarin habis meninggal, polisi itu bilang seperti itu," ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/periksa_20170727_133413.jpg)