Mahasiswi UNY: Toboali City On Fire Keren Banget

Empat mahasiswi Universitas Negeri Yogyakarta merasakan cuaca berbeda saat menginjakkan kaki di negeri 'Junjung Besaoh'.

Mahasiswi UNY: Toboali City On Fire Keren Banget
Bangkapos.com/Riki Pratama
Empat mahasiswi dari Universitas Negeri Jogyakarta ini akan ikut meramaikan event di Toboali City On Fire Sesion 2. Mereka adalah Yessica Hana Nur Fadilah (paling kanan) ,Aldila Putri Widi Astuti (nomer dua dari kanan), Mala Kurnia Sari (tengah), dan Anggara Nuruning Tyas Sinta (kiri). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riki Pratama

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Empat mahasiswi Universitas Negeri Yogyakarta yang akan mengikuti Mural Competition di Toboali City On Fire Sesion 2 (TCOF 2) merasakan cuaca berbeda saat menginjakkan kaki di negeri 'Junjung Besaoh'.

"Iya pertama kali kami datang ke sini cuacanya panas, lalu harga makanannya mahal, bukan dua kali lipat malahan tiga kali lipat ya. Tetapi di sini yang enaknya jalannya masih lempeng tidak macet berbeda dengan di Yogya," ujar Aldila Putri Widi Astuti (21) asal Magelang kepada bangkapos.com di Toboali, Bangka Selatan, Kamis (27/7/2017).

 Aldila membandingkan harga pecel lele di daerah Yogya hanya Rp 9.000 per porsi, sedangkan di Toboali bisa mencapai Rp 15-20 ribu.

Aldila bersama tiga rekan sekampusnya jauh-jauh datang ke Toboali untuk mengikuti ajang Mural Competition Toboali City On Fire 2.

Ia menilai event yang digelar Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan ini sangat bagus karena diisi banyak perlombaan.

"Keren banget event ini, kita juga baru tahu ini, rangkaian acaranya banyak pada asik-asik semuanya," timpal Yessica yang duduk berdampingan dengan Aldila.

Koordinator Mural Kompetisi TCOF 2, Vincetn mengatakan target awal peserta Mural Competition sebanyak 30 peserta, namun karena antusiasme peserta tinggi sehingga kuotanya ditambah menjadi 34 peserta.

"Peserta berasal dari berbagai daerah ada dari Pangkalpinang, Sungailiat, Bangka Barat, Bangka Tengah, Yogyakarta, Jakarta, dan Toboali," kata Vincent.

Vincent menjelaskan konsep perlombaan mural mengambil tema city on fire the power off cultur yang mengangkat kebudayaan masyarakat Tionghoa, salah satu bagian dari penduduk di Bangka Selatan.

"Karena seni mural tidak dimaknai sebagai tontonan tapi tuntunan karena ada pesan moralnya di dalam lukisanya," kata Vincent.

Ia menambahkan juara dalam lomba mural nanti akan terpilih 1 sampai 5 yang akan menerima total hadiah sebesar Rp 15 juta.

"Untuk tahun ini pertama kali dilombakan, nanti kita akan menyediakan space menggambar di kawasan mayoritas banyak warga Tionghoa yang tinggal di situ," kata Vincent.

Penulis: tidakada012
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved