Gubernur Ingatkan Orang Tua, Ketahanan Keluarga Jadi Modal Dasar Ketahanan Negara
Diakuinya sekarang banyak keluarga lemah dari segi ketahanan akibat perkembangan teknologi dan informasi
Penulis: nurhayati | Editor: Iwan Satriawan
Laporan Wartawan Bangka, Nurhayati
BANGKAPOS.COM,BANGKA--Gubernur Babel H Erzaldi Rosman Djohan mengatakan dalam era pembangunan dan globalisasi yang semakin menantang sekarang ini keluarga adalah pertahanan tertinggi yang harus diciptakan oleh orang tua.
Diakuinya sekarang banyak keluarga lemah dari segi ketahanan akibat perkembangan teknologi dan informasi.
Dia menilai kecenderungan anak-anak sekarang tidak berkomunikasi dengan tua, mereka lebih banyak berkomunikasi dengan handphonenya.
"Dalam arti kata komunikasi ini bukan ke orang yang seharusnya ia komunikasikan yaitu orang tua tetapi lebih banyak anggota keluarga kita berkomunikasi ke orang-orang yang bukan menjadi keluarga utama," ungkap Erzaldi saat peringatan Hari Keluarga ke 24 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Jumat (28/7/2017) di Taman Sari Sungailiat.
Dia mengingatkan, orang tua jangan sampai anak-anak lebih sering berkomunikasi kepada orang lain. Begitu juga diingatkan suami atau istri dalam urusan rumah tangga jangan sampai lebih banyak berkomukasi dengan orang lain.
"Ini perlu saya sampaikan ketahanan keluarga itu menjadi modal dasar ketahanan bangsa. Bangsa ini kuat kalau ketahanan keluarganya kuat. Sekarang saya tanya kalau kepala keluarganya, bapak dan ibunya sudah tidak kuat apa yang terjadi? anaknya pun tidak akan kuat," tegas Erzaldi.
Ia minta kepada kepala daerah baik bupati/wakil bupati dan walikota/ wakil walikota di Babel membuat komunitas gentre.
Melalui generasi terencana (gentre) inilah bisa memberikan informasi dan sosialisasi kepada rekan-rekannya mengenai peran kekuarga karena biasanya para remaja lebih terbuka kepada temab-teman sebayanya.
Selain itu juga bagi pasangan yang mau menikah harus mengikuti pendidikan pra nikah dan memiliki sertifikat siap nikah.
"Ketika ini saya laksanakan di Bangka Tengah tahun waktu tahun 2011, jumlah perceraian yang terdaftar di KUA 659 pasang cerai, setahun 2014 kurang dari 50 pasang yang cerai yang mendaftar. Artinya kehidupan keluarga semakin siap, kalau kita tidak melakukan itu KB pun tidak berjalan dengan baik," jelas Erzaldi.
Oleh karena itu ketahanan keluarga harus dibentuk dari awal agar bisa membentengi keluarga dari pengaruh-pengaruh negatif.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/gubernur_20170728_161544.jpg)