'Si Anak Istimewa' yang Sempat Dicap Anak Autis Ini Lolos Kuliah di ITB

Izzan sempat mendapat berbagai diagnosis psikologis mulai dari hiperaktif, autism spectrum disorder, hingga gangguan mobilitas.

'Si Anak Istimewa' yang Sempat Dicap Anak Autis Ini Lolos Kuliah di ITB
Tribun Jabar/Mumu Mujahidin
Musa Izzanandri Wijanarko (kedua dari kiri) bersama kedua orang tua dan adiknya di kediamannya di Kampung Tugu Laksana, Desa Pagerwangi, Lembang, Bandung Barat, Selasa (25/7/2017). 

Kelebihan Izzan, ujarnya, baru ia sadari saat si bocah berusia 6 tahun 8 bulan.

Saat itu Izzan sudah mampu mengerjakan materi pelajaran matematika setara anak usia 15 tahun atau kelas 2 SMP.

Musa Izzanandri Wijanarko memainkan piano. (Tribun Jabar/Mumu Mujahidin)
Musa Izzanandri Wijanarko memainkan piano. (Tribun Jabar/Mumu Mujahidin) 

"Ia cepat sekali penasaran. Kalau kami ngasih sedikit aja, dia langsung bisa. Dia sudah mampu menurunkan rumus fisika dan mampu menemukan rumus-rumus matematika sendiri," tuturnya.

Namun, Izzan tidak pernah mengecap pendidikan formal. Setelah Izzan didiagnosis autism spectrum disorder, asperger syndrom, gangguan sensori integrasi, dan lain-lain, Yanti memutuskan untuk mendidik Izzan di rumah (homeschooling).

Yanti menerapkan discovery learning (memahami konsep, arti, dan hubungan, melalui proses intuitif untuk akhirnya sampai kepada suatu kesimpulan) dan experiential learning (metode pembelajaran melalui penciptaan pengalaman dalam proses belajarnya).

"Saya cuma fokus pada apa yang dia minati. Dia suka belajar matematika dan fisika, tapi kalau biologi dia kurang suka. Dia belajar sendiri. Saya cuma ngasih buku loakan. Kadang saya kasih soal, dia kerjakan sendiri dengan cara dia. Dia suka menjawab dengan menggambar jawabannya beserta rumusnya," kata Yanti.

Namun, karena perilaku uniknya, Izzan kerap dianggap aneh oleh teman-teman sebayanya di lingkungan rumah. Izzan kerap dibuli. Izzan sering pulang dalam keadaan luka karena berantem dan dijahili oleh teman-temannya.

"Karena orangnya sangat aktif, dia kadang dianggap aneh sama orang lain. Sempat dikatai orang gila sama teman-temannya. Kerap mendapat perilaku kasar dan kekerasan juga," katanya.

(Tribun Jabar/Mumu Mujahidin)

Editor: fitriadi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved