Konsumen Auto Plus Kecewa, 3 Bulan Telat Bayar Barang Disita Paksa

Vie selaku konsumen perusahaan Auto Plus tak menyangka jika baru-baru ini kejadian tak menyenangkan terjadi pada dirinya

Konsumen Auto Plus Kecewa, 3 Bulan Telat Bayar Barang Disita Paksa
TRIBUNNEWS.COM/WAHID NURDIN
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Bangka Pos Ryan A Prakasa

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Sebuah pelajaran 'berharga' yang mesti menjadi perhatian para konsumen yang melakukan pembelian barang atau produk atau barang secara kredit pada suatu perusahaan pembiayaan (leasing).

Pasalnya jika konsumen terlambat melakukan kewajiban pembayaran rutin iuran bulanan kepada perusahaan pembiayaan tertentu namun telah terjadi penunggakan lebih dari 1 bulan maka sudah pasti 'alamatnya' barang milik konsumen akan ditarik (disita) paksa oleh petugas debt colector.

Seperti halnya kejadian dialami oleh seorang konsumen perusahaan pembiayaan yakni Auto Plus, Vie (33) atau seorang ibu rumah tangga berdomisili di wilayah Desa Simpang Katis, Kecamatan Simpang Katis, Kabupaten Bangka Tengah.

Vie selaku konsumen perusahaan Auto Plus tak menyangka jika baru-baru ini kejadian tak menyenangkan terjadi pada dirinya, bahkan ia mengaku sama sekali terkejut lantaran barang miliknya berupa meja makan dan kursi yang dibeli secara kredit itu justru kini telah 'disita paksa' oleh petugas debt colector perusahaan tersebut.

"Jelas saya sendiri merasa kaget dan kecewa masa perusahaan itu (Auto Plus--red) langsung menarik paksa barang milik saya berupa meja makan berikut kursi," kata Vie kepada bangkapos.com, Rabu (2/8/2017).

Padahal menurut Vie terhitung sampai saat ini ia sendiri justru telah membayar angsuran bulanan sebanyak 12 kali atau 12 bulan secara rutin guna pembayaran barang yang dibelinya secara kredit pada perusahaan Auto Plus tersebut.

"Tiap bulan saya harus membayar angsuran kredit barang itu sebesar Rp 406.000,- dan sampai saat ini terhitung sudah 12 kali saya membayar angsuran," terangnya.

Namun yang sangat disesalkanya ketika dirinya sedang mengalami kendala keuangan hingga ia mengaku terpaksa menunggak pembayaran cicilan angsuran kredit kepada perusahaan Auto Plus selama 3 bulan, akan tetapi lantaran hanya persoalan cuma menunggak 3 bulan barang miliknya berupa meja makan berikut kursi pun disita perusahaan.

"Padahal saya sama sekali tidak mau menandatangani surat persetujuan penarikan barang milik saya itu tapi barang saya tetap disita oleh debt colector perusahaan Auto Plus cabang Simpang Katis," kata Vie mencoba menceritakan kronologis kejadian yang dialami olehnya belum lama ini.

Halaman
123
Penulis: ryan augusta
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved