Obat yang Dipakai Tora Sudiro dan Mieke Amalia Ternyata Mematikan
Obat dumolid sebenarnya adalah nama merek dari obat generik nitrazepam 5 mg yang termasuk ke dalam kelas obat penenang.
BANGKAPOS.COM - Terulang lagi selebriti yang terjerat kasus narkoba.
Kini, kabar itu datang dari pasangan selebriti Tora Sudiro dan istrinya, Mieke Amalia.
Mereka ditangkap jajaran Kepolisian Resor Jakarta Selatan atas kepemilikan obat psikotropika.
Menurut keterangan Kombes Pol Iwan Kurniawan, polisi mendapatkan 30 butir psikotropika dari keduanya.
"Kami dapatkan dalam bentuk obat, tidak banyak, 30 butir, dan obat ini masih diuji kandungannya apa," ucapnya seperti dilansir tribunnews.com.
Beredar kabar, 30 butir obat psikotropika tersebut berjenis dumolid.
Lantas apa itu obat psikotropika dumolid?
Apa kandungan di dalamnya?
Obat dumolid sebenarnya adalah nama merek dari obat generik nitrazepam 5 mg yang termasuk ke dalam kelas obat penenang.
Nitrazepam 5 mg menimbulkan perasaan tenang dan relaksasi secara fisik dan mental, yang menciptakan efek ketergantungan tingkat tinggi.
Obat ini jadi satu pilihan obat yang paling sering dikonsumsi bagi mereka yang mengalami kesulitan tidur atau insomnia.
Obat ini juga diresepkan pada mereka yang mempunyai riwayat depresi.
Meskipun obat dumolid terbukti bermanfaat untuk sejumlah kondisi medis tertentu, namun obat ini dapat menyebabkan ketergantungan fisik dan psikologis.
Ternyata obat dumolid sangat populer di kalangan remaja sebagai pegganti narkoba jenis lain.
Banyak anak remaja yang tidak memiliki riwayat insomnia atau depresi justru menggunakan obat itu agar terlihat percaya diri.
Melansir dari hellosehat.com, orang yang menyalahgunakan obat dumolid memiliki persepsi bahwa mereka bahagia, fokus, dan merasa bersemangat.
Ketergantungan terhadap obat dumolid sama seperti jenis narkoba lain, yakni mengakibatkan gejala sakau.
Gejala sakau dumolid bisa sangat buruk dan menganggu.
Halusinasi terhadap dunia nyata biasanya timbul lebih buruk selama periode sakau.
Gejala sakau obat dumolid bahkan dianggap lebih buruk dari gejala sakau heroin.
Lebih dari itu, penyalahgunaan obat dumolid jangka panjang juga bisa berujung fatal.
Ketergantungan berlebih obat dumolid dapat mengakibatkan gejala sakau dan kejang ketika penggunaan obat dihentikan tiba-tiba.
Apabila obat dumolid disalahgunakan bersama obat psikotropika lain atau diminum bersama alkohol, efeknya bisa berupa koma hingga kematian.
(Tribun Jabar/Amalia Qisthyana)
Berita ini sebelumnya diterbitkan Tribun Jabar berjudul Inilah Efek Samping Mematikan Dumolid, Obat Psikotropika yang Dipakai Tora Sudiro dan Mieke Amalia
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/tora-sudiro_20170804_051039.jpg)