Breaking News:

Limang Adalah Dusun Tertinggal Tapi Kaya

Siapa yang menyangka, kalau Dusun Limang di Desa Pangkalberas sebagai dusun yang dianggap sebagai

Limang Adalah Dusun Tertinggal Tapi Kaya
Bangkapos/riyadi
Sarang lebah penghasil madu pelakat yang dikelola warga Dusun Limang Desa Pangkalberas Kecamatan Kelapa. Budidaya madu pelakat ini dilakukan warga setempat sejak awal 2017 lalu.

Laporan Wartawan Bangka Pos Riyadi

BANGKAPOS.COM, BANGKA --- Siapa yang menyangka, kalau Dusun Limang di Desa Pangkalberas, Kecamatan Kelapa sebagai dusun yang dianggap sebagai dusun tertinggal dan jauh dari perkotaan ini, ternyata menjadi dusun sentra penghasil madu pelakat (kelulut).

Satu kelompok usaha madu pelakat, setiap kali panen bisa memproduksi 50 kilogram madu pelakat.

Meskipun usaha budidaya madu pelakat di Dusun Limang ini masih baru dan jarang diketahui khalayak ramai, tapi ternyata hasil produksi air madu pelakat Dusun Limang sudah dipasarkan ke berbagai daerah.

Pembudidaya Madu Pelakat Dusun Limang Jasmin menuturkan, budidaya madu pelakat (kelulut) di Dusun Limang, baru dilakukan awal tahun 2017.

"Sebelum tahun 2017 belum dilakukan, tapi setelah dicoba ternyata mudah, lebahnya bisa di cari di hutan dan kami sudah beberapa kali panen," kata Jasmin kepada bangkapos.com Sabtu (5/8/2017) di Dusun Limang.

Banyak warga dari desa lain, sering datang ke Limang untuk mencari madu pelakat ini, umumnya yang mencari ini, warga pengumpul madu.

Petani Madu Pelakat lainnya, Kusman mengatakan, saat ini sudah ada ratusan sarang (kotak) lebah pelakat penghasil madu pelakat.

"Semua dikelola oleh rumah tangga di Dusun Limang, terutama keluarga kurang mampu," ujar Kusman. (*)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved