Breaking News:

Polisi Cari Ibu Kandung Gadis Cilik yang Tewas Digigit Anjing Peliharaannya

Sejak usia dua tahun, Sasa diangkat menjadi anak asuh pasangan ini setelah mereka bertemu saat acara ulang tahun putra mereka.

Facebook/ Komunitas Peduli Malang (Asli Malang)/ Aphan
Ramisya Bazighah, bocah 8 tahun, tewas digigit anjing Pitbull peliharaan keluarganya di teras rumah. 

BANGKAPOS.COM, MALANG - Ramisya Bazighah, bocah delapan tahun yang tinggal di kawasan Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, meninggal dunia digigit anjing jenis Pitbull milik keluarganya, sekitar pukul 15.00 WIB, Minggu (6/8/2017).

Ada fakta mengejutkan mengenai bocah kelas 2 SD ini.

Bocah yang biasa dipanggil Sasa ini diketahui bukan anak kandung pasangan Wisnu dan Dyan.

Baca: Tetangga Pun Ngeri Lihat Gadis Cilik Diserang Anjing Peliharaan

Sejak usia dua tahun, Sasa diangkat menjadi anak asuh pasangan ini setelah mereka bertemu saat acara ulang tahun putra mereka, Adit, di panti asuhan.

"Kondisi Ramisya saat diangkat adalah anak yatim, jadi masih punya ibu," kata Ibu RT 02 RW 02 Kelurahan Mojolangu, Titin Utaminingsih.

Baca: Anjing Pitbull, Bersahabat dengan Anak-anak tapi Sekali Menggigit Cengkeramannya Luar Biasa

Titin yang juga sempat ikut menolong saat kejadian, mengatakan sang nenek sempat menyiram air agar anjing Pitbul berukuran sekitar 80 cm itu berhenti menggigit Ramisya.

Tapi sudah terlambat karena mulut anjing yang cukup besar dan gerakannya menggigit hingga mengoyak sudah tidak bisa dihindarkan.

Inilah penampakan anjing Pitbull di Kota Malang yang menyerang bocah 8 tahun hingga meninggal dunia, Minggu (6/8/2017). (Istimewa)
Inilah penampakan anjing Pitbull di Kota Malang yang menyerang bocah 8 tahun hingga meninggal dunia, Minggu (6/8/2017). (Istimewa) 

Titin juga membantu mengelus-elus anjing tersebut.

Penyerangan oleh anjing yang juga milik keluarga korban itu diduga karena kaget ketika tertimpa mainan korban yang jatuh ke atas kepalanya.

"Biasanya juga jinak dan sudah biasa bermain dengan korban, anjingnya juga diikat. Namun tadi karena faktor kaget," lanjutnya.

Hingga berita ini ditulis keluarga Wisnu dan Dyan enggan memberikan keterangan kepada media.

Keterangan hanya didapatkan dari Kapolsek Lowokwaru, Kompol Bindriyo yang berada di luar lokasi kejadian.

"Ini masih dicari siapa orangtuanya. Karena untuk visum harus dengan izin orangtua," kata Kompol Bindriyo.

Editor: fitriadi
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved