Breaking News:

Orangtua Asuh Pingsan Tak Rela Serahkan Anak Adopsi ke Dinas Sosial

Kepolisian Resort Simalungun menyerahkan empat anak yang terselamatkan dalam praktik dugaan perdagangan orang, adopsi ilegal.

Editor: fitriadi
tribun medan/dedy
Lamrin Tamba histeris melepas bayi laki-laki yang diadopsinya ke pihak Dinas Sosial Simalungun. 

Muda terus histeris saat pihak Dinas Sosial mengambil anak laki-lakinya. Ia terpaksa melepaskan anaknya untuk diasuh di Dinas Sosial, pascaterungkapnya praktik human trafficking, adopsi ilegal.

MIS terjerat kasus human trafficking, lantaran diduga mengadopsi anak dari Lentina (26) seorang pelayan kafe Aekliman di Buntu Bayu, Kabupaten Simalungun.

"Demi Tuhan itu anak kandungku. Aku juga punya tanah satu hektare dan aku juga berjualan. Aku bisa menjamin anakku itu. Meski tak mau mendahului Tuhan, aku bisa menjamin sekolah. Aku gak tahu ada hukum begini. Kalau tahu tak akan aku lakukan. Ini darah dagingku sendiri dari boru Panjaitan," ujarnya berderai air mata.

Di sisi lain, MS sudah tampak tergeletak tak sadarkan diri. Ia pingsan usai menyerahkan anak perempuan yang telah diasuhknya selama tujuh tahun kepada pihak Dinas Sosial. Polwan Putri Sinuraya tampak berupaya membuatnya supaya terjaga.

Bukan hanya Molina yang pingsan. Di dekat aula Polsek Tanah Jawa ada dua orang lagi yang pingsan. Satu di antaranya THS.

Menegakkan Aturan 

Suasana serah terima empat anak dari para tersangka kasus human trafficking, adopsi ilegal memang dipenuhi keharuan dan tangis. Tapi, pihak Dinas Sosial dan polisi tegas menegakkan Pasal 13 PP No 54 Tahun 2007 tentang Pelaksanaan Pengangkatan Anak, sehingga anak-anak tersebut diasuh negara, dalam hal ini Dinas Sosial.

"Jadi di sini kami (pekerja sosial) ada karena anak yang terlibat hukum human trafficking dan adopsi anak ilegal. Jadi kami berhak, atau diserahkan ke dinas sosial dan selanjutnya akan kami titipkan ke panti asuhan," kata Afni, kemarin.

Kapolsek Tanah Jawa didampingi Dinsos serah terima anak dari pengadopsi ilegal (Tribun Medan / Dedy)
Kapolsek Tanah Jawa didampingi Dinsos serah terima anak dari pengadopsi ilegal (Tribun Medan / Dedy)

Pihak Dinas Sosial tidak serta merta langsung membawa anak- anak tersebut dan memisahkan mereka dari orangtua pengadopsi. Pihak Dinas Sosial terlebih dahulu akan memberi pemahaman tentang perlindungan dan adopsi anak kepada para orangtua asuh.

"Untuk masalah kesejahteraan anak ini akan kami dampingi terus sampai besar nanti, karena ini terbentur dengan hukum. Apapun ceritanya anak-anak ini diserahkan ke negara. Lalu negara menitipkan ke Dinas Sosial. Jadi, dinas punya hak. Bagi bapak atau ibu yang mau lihat perkembangannya, bisa kami fasilitasi. Pastinya anak-anak ini tidak akan telantar dan masa depannya kami pertimbangkan. Kami cukup mengerti perasaan bapak-ibu. Saya sendiri terharu," ungkapnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved