Breaking News:

Orangtua Asuh Pingsan Tak Rela Serahkan Anak Adopsi ke Dinas Sosial

Kepolisian Resort Simalungun menyerahkan empat anak yang terselamatkan dalam praktik dugaan perdagangan orang, adopsi ilegal.

Editor: fitriadi
tribun medan/dedy
Lamrin Tamba histeris melepas bayi laki-laki yang diadopsinya ke pihak Dinas Sosial Simalungun. 

maksimal 15 tahun 
- Terhadap tersangka human trafficking, Ernani Nofrida Simanjuntak (bidan) serta Eni Putri Ayu Sinurat (bidan pembantu) dikenakan Pasal 83 UU RI No 35 Tahun 2014 tentang Perubahan UU RI No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Jo 55 ayat 1 ke 1 KUHPidana atau Pasal 79 UU RI No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo 55 ayat 1 ke 1 KUHPidana, ancaman maksimal 15 tahun penjara.

- Terhadap Lentina Panjaitan (penjual bayi tiga kali) dikenakan Pasal 83 UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan UU RI No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Jo 55 ayat 1 ke 1 KUHPidana atau Pasal 79 UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo 55 ayat 1 ke 1 KUHPidana, ancaman maksimal 15 tahun penjara

- Terhadap tersangka pengadopsi ilegal, P, R, MIS alias Pendek, THS, NR, MS, TRN, dan LT, diancam dengan Pasal 83 UU RI No 35 Tahun 2014 tentang Perubahan UU RI. No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan anak Jo 55 ayat 1 ke 1 KUHPidana atau Pasal 79 UU RI No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo 55 ayat 1 ke 1 KUHPidana ancaman maksimal 5 tahun penjara

Terbongkar 

Praktik jual beli bayi di Simalungun terbongkar. Polisi mengamankan belasan orang yang diduga sebagai penjual bayi, pembeli bayi, dukun beranak (ahli persalinan tradisional), bidan, dan bayi di Mapolres Simalungun, Sabtu lalu.

Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty Panjaitanmengatakan, 12 orang diamankan terkait dugaan perdagangan delapan bayi di wilayah Simalungun. Pada kasus dugaan jual beli ini seorang bayi dibanderol Rp 15 juta.

Dugaan perdagangan bayi tersebut dibongkar Polsek Tanah Jawa, dipimpin Kompol Anderson, yang sudah lama menginvestigasi kasus tersebut.

"Polres Simalungun membongkar human trafficking di wilayah hukum Polres Simalungun. Kebanyakan kasusnya di Polsek Tanah Jawa. Sebelumnya terjadi di Parapat (Pesanggrahan). Ada dukun beranak, bidan, orangtua penjual bayi dan pembelinya kita amankan," katanya saat temu pers di Mapolres Simalungun, Sabtu (5/8).

Ia menambahkan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi warga. Senin lalu, sekitar pukul 12.00 WIB di Huta IV Aekliman, Kecamatan Hatonduan, Kabupaten Simalungun, ada seorang pelayan kafe berinisial Lentina Panjaitan (26), yang sebelumnya hamil besar, sudah tampak dengan perut kempes.

Lentina melahirkan pada 23 Juli 2017 di klinik praktik bidan Ernani Simanjuntak. Lalu dengan dalih tak punya biaya bersalin, bayi tersebut diduga diadopsi secara ilegal oleh pasangan R dan P melalui bidan pembantu Eni Putri Ayu Sinurat, Senin (24/7) sekitar pukul 22.00 WIB dengan harga Rp 15 juta.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved