Tak Terima Dibilang Otoriter dan Diktator Via Medsos, Ini Pembelaan Jokowi

Presiden Joko Widodo membantah tudingan dirinya diktator. Tuduhan itu belakangan ini diarahkan kepada Presiden.

Tak Terima Dibilang Otoriter dan Diktator Via Medsos, Ini Pembelaan Jokowi
AFP PHOTO / ANTHONY WALLACE
Presiden Joko Widodo berbicara saat menemui tenaga kerja Indonesia (TKI) di Asia World Expo Ground, Hongkong, Minggu (30/4/2017). Presiden menggelar kunjungan kerja di Hongkong pada 30 April hingga 1 Mei dalam rangka meningkatkan kerja sama ekonomi antar-kedua negara. 

BANGKAPOS.COM - Presiden Joko Widodo membantah tudingan dirinya diktator. Tuduhan itu belakangan ini diarahkan kepada Presiden.

Ketika bersilaturahim dengan ulama beserta para santri di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidin Lubang Buaya, Jakarta Timur, Selasa (8/8/2017), Jokowi seperti biasa mengadakan kuis kecil-kecilan berhadiah sepeda.

Setelah memberikan kuis kepada beberapa orang santri, Jokowi kembali membuka pertanyaan.

"Silakan satu lagi ada yang mau maju?" tanya Jokowi.

"Pertanyaannya, kita memiliki 34 provinsi. Sebutkan tujuh saja," lanjut dia.

Sontak, para santri dan warga yang hadir banyak yang tunjuk tangan. Namun, Jokowi juga melihat ada santri yang mendorong-dorong rekannya untuk maju ke atas panggung.

Jokowi mengatakan, "Silakan maju, jangan dipaksa-paksa maju. Maju sini ya".

"Enggak usah takut. Presidennya enggak diktator kok," tambah Jokowi.

Jokowi mengaku mendapat informasi dari media sosial bahwa banyak netizen yang menyebutnya sebagai diktator.

"Sekarang di medsos banyak yang menyampaikan, Pak Presiden Jokowi itu otoriter, diktator. Masa wajah saya kayak gini wajah diktator," lanjut Jokowi sembari disambut riuh para tamu acara.

Seorang santri bernama Gladis pun maju ke panggung. Jokowi melanjutkan pertanyaannya dan Gladis berhasil mendapatkan sepeda Jokowi.

Editor: khamelia
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved