Rabu, 15 April 2026

Kapolda Bangga 50 Persen Calon Bintara Polri Berasal dari Ekonomi Rendah

Lebih dari 50 persen calon bintara yang baru masuk di SPN Lubuk Bunter berasal dari ekonomi rendah.

Penulis: deddy_marjaya | Editor: fitriadi
Bangkapos.com/Deddy Marjaya
Kapolda Babel Brigjen (Pol) Anton Wahono menyematkan tanda kepada siswa Diktub Polrui TA 2017 di SPN Lubuk Bunter Polda Babel, Rabu (9/8/2017). 

Laporan Wartawan Bangka Pos Deddy Marjaya

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kapolda Bangka Belitung Brigjen (Pol) Anton Wahono mengaku bangga sekaligus senang karena lebih dari 50 persen calon bintara yang baru masuk di SPN Lubuk Bunter berasal dari ekonomi rendah.

Menurut Anton Wahono, dari 249 peserta yang ikut Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktub) Polri Tugas Umum TA 2017 di SPN Lubuk Bunter Polda Babel, 141 orang diantaranya memilik orangtua yang berpenghasilan dibawah Rp 2 juta perbulan.

Sehingga ini secara tidak langsung menepis anggapan bahwa masuk Polri perlu uang banyak untuk bisa lulus.

"Yah bagaimana mau ngasih uang ke orang untuk masuk polisi kalau mereka sendiri orangtuanya berpenghasilan hanya cukup untuk makan sehari-hari jadi saya bangga sama mereka bisa lulus," kata Brigjen (Pol) Anton Wahono saat membuka Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktub) Polri Tugas Umum TA 2017 di SPN Lubuk Bunter Polda Babel, Rabu (9/8/2017).

Baca: Para Pemuda Ini Buktikan Lulus Seleksi Polisi Tak Pakai Uang

Latar belakang orangtua para siswa calon bintara Polri ini pun beragam, mulai dari pemulung, penjual gorengan, anak yatim, pedagang kecil, supir dan lainnya. Sedangkan calon bintara yang orangtuanya bekerja sebagai anggota TNI/Polri hanya 8 orang.

"Intinya belum tentu orangtuanya anggota TNI/Polri bisa lulus, yah tergantung anaknya sendiri bisa melalui setiap rangkaian tes dan nilainya terus bersaing dengan peserta lainnya," kata Anton Wahono.

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved