Kapolda Bangga 50 Persen Calon Bintara Polri Berasal dari Ekonomi Rendah
Lebih dari 50 persen calon bintara yang baru masuk di SPN Lubuk Bunter berasal dari ekonomi rendah.
Penulis: deddy_marjaya | Editor: fitriadi
Laporan Wartawan Bangka Pos Deddy Marjaya
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kapolda Bangka Belitung Brigjen (Pol) Anton Wahono mengaku bangga sekaligus senang karena lebih dari 50 persen calon bintara yang baru masuk di SPN Lubuk Bunter berasal dari ekonomi rendah.
Menurut Anton Wahono, dari 249 peserta yang ikut Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktub) Polri Tugas Umum TA 2017 di SPN Lubuk Bunter Polda Babel, 141 orang diantaranya memilik orangtua yang berpenghasilan dibawah Rp 2 juta perbulan.
Sehingga ini secara tidak langsung menepis anggapan bahwa masuk Polri perlu uang banyak untuk bisa lulus.
"Yah bagaimana mau ngasih uang ke orang untuk masuk polisi kalau mereka sendiri orangtuanya berpenghasilan hanya cukup untuk makan sehari-hari jadi saya bangga sama mereka bisa lulus," kata Brigjen (Pol) Anton Wahono saat membuka Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktub) Polri Tugas Umum TA 2017 di SPN Lubuk Bunter Polda Babel, Rabu (9/8/2017).
Baca: Para Pemuda Ini Buktikan Lulus Seleksi Polisi Tak Pakai Uang
Latar belakang orangtua para siswa calon bintara Polri ini pun beragam, mulai dari pemulung, penjual gorengan, anak yatim, pedagang kecil, supir dan lainnya. Sedangkan calon bintara yang orangtuanya bekerja sebagai anggota TNI/Polri hanya 8 orang.
"Intinya belum tentu orangtuanya anggota TNI/Polri bisa lulus, yah tergantung anaknya sendiri bisa melalui setiap rangkaian tes dan nilainya terus bersaing dengan peserta lainnya," kata Anton Wahono.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/siswa-calon-bintara_20170809_133440.jpg)