Heboh, Johannes Marliem Si Saksi Kunci Kasus Korupsi e-KTP Dikabarkan Tewas Tertembak

"Saya tidak tahu bagaimana menceritakannya tanpa terdengar gila, tapi dalam 24 jam terakhir, ada dua kasus kematian yang menegangkan di perumahan..."

Kontan
Johannes Marliem. 

"Paling tidak aparat berkepentingan apa yang dimiliki Johanes Marlin mengambil hati-hati dalam hasil rekaman itu," kata Mulfachri.

Tanggapan KPK

Meninggalnya Johannes Marliem di Amerika Serikat yang diduga bunuh diri, dimana yang bersangkutan merupakan saksi kunci korupsi e-KTP dipastikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) penyidikan korupsi e-KTP akan tetap berjalan.

Baca: Wow, Si Anak Billionaire, Money Kicks Dapat Mobil Ferrari Berbalut Louis Vuitton

"‎Untuk penanganan perkara e-KTP kami punya bukti kuat, penyidikan e-KTP untuk dua tersangka SN (Setya Novanto) dan MN (Markus Nari) tetap jalan," tegas Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Jumat (11/8/2017) di KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

‎Diketahui demi bisa menyerat ketua DPR RI, Setya Novanto sebagai tersangka, penyidik KPK harus mengejar bukti hingga ke luar negeri, yakni Johannes Marliem di AS dan Paulus Tannos di Singapura.

Baca: Astaga, Tak Beri Tip Pada Pelayan, Kendall Jenner Malah Digelar Model Pelit

Johannes Marliem merupakan pemasok alat pengenal sidik jari atau automated fingerprint identification system (AFIS) ke konsorsium penggarap e-KTP tahun 2011-2013.

Dari Johannes Marliem, penyidik KPK‎ banyak mendapatkan bukti-bukti rekaman dan aliran uang e-KTP ke DPR dan pejabat Kemendagri.

Baca: Orang Terkaya dan Naga Indonesia, Iwan Tjahyadikarta Wafat, Tinggalkan 5 Istri dan 13 Anak

Sementara di Singapura, penyidik beberapa kali memeriksa Paulus Tannos, pemilik PT Sandipala Arthapura.‎ Perusahaan ini merupakan anggota konsorsium pemenang proyek e-KTP.

Dari keterangan dua saksi kunci ini, penyidik mendapatkan bukti yang valid soal pertemuan yang dihadiri oleh Setya Novanto dan Andi Narogong terkait proyek e-KTP.

Baca: Nggak Nyangka, 3 Mantan Raffi Ahmad Pernah Dibayar Nagita Slavina, No 2 Posting Foto Panas

Ketua KPK, Agus Rahardjo pun membenarkan penyidiknya pergi ke AS dan Singapura untuk melengkapi penyelidikan Setya Novanto pada kasus korupsi e-KTP.

Upaya ini tidak sia-sia karena didapatkan bukti yang kuat untuk menetapkan Setya Novanto sebagai tersangka.

Editor: asmadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved