Panglima TNI Minta Maaf, Serda Wira Sinaga Depresi Pasca Tugas di Papua

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo meminta maaf atas kelakuan oknum TNI Serda Wira Sinaga yang memukul anggota Polresta Pekanbaru

Tribunnews.com
Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, usai memberikan pengarahan dalam Rapat Koordinasi Nasional Pilkada 2017 di Hotel Bidakara, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (31/1/2017). 

BANGKAPOS.COM, PEKANBARU - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo meminta maaf atas kelakuan oknum TNI Serda Wira Sinaga yang memukul anggota Polresta Pekanbaru, Bripda Yoga Fernando, Kamis (10/8/2017) sore lalu.

Saat itu Bripda Yoga tengah menjalankan tugasnya sebagai Polantas.

"Atas kejadian tersebut (oknum TNI pukul Polantas), saya mohon maaf dan anggota tersebut sekarang sudah ditahan di Riau," kata Gatot di Jakarta, Jumat (11/8/2017).

Repro/KompasTV
Oknum anggota TNI Korem 031/Wirabima, Serda Wira Sinaga yang melakukan pemukulan terhadap anggota polisi lalu lintas, Bripda Yoga Vernando ditahan di ruang tahanan Denpom 13, Pekanbaru, Riau, Jumat (11/8/2017). Wira Sinaga yang ditengarai tengah mengalami gangguan kejiwaan itu ditahan dengan kaki dirantai dan tangan diborgol.
Repro/KompasTV Oknum anggota TNI Korem 031/Wirabima, Serda Wira Sinaga yang melakukan pemukulan terhadap anggota polisi lalu lintas, Bripda Yoga Vernando ditahan di ruang tahanan Denpom 13, Pekanbaru, Riau, Jumat (11/8/2017). Wira Sinaga yang ditengarai tengah mengalami gangguan kejiwaan itu ditahan dengan kaki dirantai dan tangan diborgol. 

Gatot mengaku anggotanya tersebut mengalami gangguan kejiwaan sehingga melakukan tindakan tidak terpuji.

Menurutnya, anggota tersebut sebenarnya sedang menjalani konsultasi di salah satu rumah sakit jiwa di Riau.

"Wartawan di Riau bisa cek di rumah sakit jiwa mana dan tiap minggu dia tetap konsultasi. Tapi bagaimana pun juga dalam hal ini, saya minta maaf atas kelakuan anggota saya tersebut," ujar Gatot.

Gatot menjelaskan TNI tidak bisa langsung memecat anggota yang memukul Polantas tersebut. Sebab, untuk melakukan pemecatan harus ada proses hukum.

Sementara anggota tersebut menderita sakit jiwa.

"Kan diproses tapi dia sakit jiwa tapi tetap kami proses hukum. Nanti hukum yang akan menentukan bagaimana. TNI tidak akan mengeluarkan, memecat anggota tanpa proses hukum," papar Gatot.

Permintaan maaf juga disampaikan Komandan Korem 031/Wirabima, Brigjen Abdul Karim.

Halaman
123
Editor: fitriadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved