Tertarik Kamera Film, Tompi sampai Lupa Waktu Pulang

Tompi terkesima dengan cara kerja fotografer yang mengabadikan pernikahannya dengan Indira saat itu. Rasa penasaran menimbulkan keinginan untuk ...

Tertarik Kamera Film, Tompi sampai Lupa Waktu Pulang
KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOB
Penyanyi Tompi berpose usai pemotretan di Studionya Jalan Pakubuwono, Jakarta Selatan, Rabu (2/8/2017). 

Sepulangnya ke Jakarta, Tompi membulatkan tekad untuk mulai memotret dengan film. Dia mendatangi seorang tokoh fotografi film Indonesia, Benny Asrul, untuk meminta saran.

Kamera analog pertama Tompi adalah sebuah rangefinder buatan Jerman. "Begitu beli, langsung isi rol film dan belajar," katanya menggambarkan antusiasme ketika itu.

“Nyuci” foto

Prinsip kerja kamera digital dan film sebenarnya hampir sama. Perbedaan utamanya terletak di jenis medium penangkap dan perekam gambar.

Kamera digital menangkap gambar dengan sensor, kemudian menyimpan hasilnya dalam bentuk data di kartu memori. Sebaliknya, kamera analog memakai film untuk menangkap gambar. Foto-fotonya pun terekam dalam tiap frame di lembaran film.

Berbeda dari kamera digital yang hasilnya bersifat instan dan bisa langsung dilihat, foto jepretan kamera film mesti lebih dahulu "dicuci" (develop) di kamar gelap dengan berbagai cairan kimia sebelum bisa nampak.

Proses developing film memiliki seninya sendiri. Film hitam putih butuh perlakuan berbeda dengan film warna. Bahkan suhu bahan kimia yang dipakai pun bisa menentukan seperti apa hasilnya nanti.

Di sini Tompi menemukan keasyikan tersendiri. Berbeda dengan digital, fotografi menggunakan kamera analog dengan medium film punya banyak faktor yang menentukan output.

Selain kondisi pemotretan dan pencucian, masing-masing jenis film yang digunakan memiliki “karakter” khas. Ada yang mampu menampilkan tone hitam putih dengan kuat, atau memiliki warna-warna cerah, ada juga yang bisa menyajikan skintone dengan hasil yang menarik di mata.

“Kalau film itu beda (dari digital). Kamera boleh sama, filmnya boleh sama, tapi kalau proses pencuciannya beda, hasilnya pasti beda,” tutur Tompi.

Halaman
123
Editor: khamelia
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved