Breaking News:

Kapal Penjarah Besi Bawah Laut Rusak Ekosistem Perairan Toboali

Aktifitas Kapal pengangkut besi bangkai kapal di bawah laut yang pernah di pergoki oleh kapal Pengawas Sumber Daya Kelautan

Penulis: Riki Pratama | Editor: khamelia
Ist
Kapal Pengawas KKP RI Napoleon berhasil memergoki Kapal bernama Dongsfu 881 milik PT Indonesia Bahtera Bahari, pada Jumat (11/8/2017) di perairan Toboali Bangka Selatan. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riki Pratama

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Aktifitas Kapal pengangkut besi bangkai kapal di bawah laut yang pernah di pergoki oleh kapal Pengawas Sumber Daya Kelautan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI) beberapa waktu lalu membuat Wakil DPRD Basel Samsul Bahri angkat bicara.

Menurutnya aktivitas kapal tersebut sudah sangat merugikan dan merusak ekosistem di perairan Toboali, selain merusak, pengangkatan besi juga akan menggangu keindahan alam bawa laut Basel yang selama ini sering menjadi idola spot diving.

Menurut Samsul dampak dari pengangkatan besi bangkai kapal yang telah berusia puluhan tahun, bukan hanya akan merusakan ekosistem yang ada di kawasan tersebut, namun terumbu karang dan tempat nelayan mencari ikan juga akan hilang.

"Terumbu karang kita akan habis, termasuk sumber ikan. Karena kapal yang sudah karam itu sudah menjadi tempat sarang ikan, kalau ini di bongkar, maka akan habis semuanya, ikan akan lari, lalu juga menghilangkan sejarah, karena bangkai kapal yang tenggelam merupakan sejarah yang bisa di lihat. Jika mereka sekedar menyelam melihat kapal tenggelam tidak masalah, tetapi ini telah merusaknya," ujarnya

Dimana, kata politis Gerindra itu Pemerintah Kabupaten Basel saat ini tengah gencarnya membangun Pariwisata bawah lautnya, sehingga apabila alam yang menjadi modalnya di rusak, maka semua itu akan sirna.

"Seharusnya keindahan alam di bawa laut ini dilindungi, jangan dirusak. Ini harus di hentikan, pihak kami akan membicarakanya dengan memanggil dan menelusuri izin yang dikeluarkan, karena sudah melebar ke tempat lain yang bukan izin wilayahnya," tuturnya

Diberitakan sebelumnya kapal Pengawas Sumber Daya Kelautan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI) Napoleon, berhasil memergoki Kapal bernama Dongsfu 881 milik PT Indonesia Bahtera Bahari, pada Jumat (11/8/2017) lalu.

Kapal tersebut kedapatan tengah menjarah besi bekas yang berasal dari sisa kapal tenggelam di perairan Toboali, Bangka Selatan.

Diketahui aktifitas kapal ini, merupakan ilegal karena mengambil besi yang bukan dilokasi izin yang mereka miliki, jarak kapal mengambil besi sekitar empat mil dari pulau dapur atau 10 mil dari pelabuhan Toboali.

Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved