Sabtu, 25 April 2026

TERPOPULER: Bonus Paskibra Dinikmati Sampai Tua, Pria Mesir Lamar Putri Bupat, Kasus First Travel

Berita yang tengah trend meliputi insiden Paskibra, pernikahan putri Bupati dengan warganegara asing, hingga kasus penipuan First Travel

Editor: fitriadi
Paskibra dan Bos First Travel 

BANGKAPOS.COM - Masih dalam nuansa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72, sejumlah berita tentang kemerdekaan masih menjadi hal menarik untuk dibahas. 

Serba serbi perayaan yang berbeda-beda di setiap daerah serta kejadian-kejadian unik dan tak biasa masih banyak yang manarik untuk diulas lebih. 

Ada juga pembahasan tentang publik figur yang menarik perhatian netizen. 

Setidaknya ada tiga berita terpopuler bertepatan dengan 18 Agustus 2017 Jumat kemarin, seperti dilansir dari Tribuntimur.com

Berita yang tengah trend meliputi insiden Paskibra, pernikahan putri Bupati dengan warganegara asing, hingga kasus penipuan First Travel.

Di bawah ini rangkumannya:

3 Penghargaan Anggota Paskibraka, Nomor 1 Bisa Dinikmati Sampai Tua

Terpilih menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) atau Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) merupakan sebuah kebanggan tersendiri.

Pasalnya, tak semua orang bisa mendapatkan kesempatan ikut mengibarkan bendera pada peringatan HUT Kemerdekaan RI.

Mereka yang terpilih haruslah sosok yang cerdas, kuat mental, dan disiplin.

Karena menjadi anggota Paskibra atau Paskibraka hanyalah orang pilihan, maka penghargaan dan bonus diberikan pun tak main-main.

Apa saja penghargaan dan bonusnya?

1. Masuk Akpol atau Akmil

Tim Paskibraka Kabupaten Bangka saat melaksanakan tugas penaikan bendera merah putih pada Peringatan HUT RI ke 72, Kamis (17/8/2017) di Lapangan Bina Satria.

Tim Paskibraka Kabupaten Bangka saat melaksanakan tugas penaikan bendera merah putih pada Peringatan HUT ke-72 RI di Lapangan Bina Satria Sungailiat, Kamis (17/8/2017). (Bangkapos.com/Nurhayati)

Jika bertugas di Istana, para purna Paskibraka pun tak sedikit yang ditawari untuk meniti karier di dunia militer.

Ada kemudahan bagi anggota Paskibraka yang tertarik masuk Akpol atau Akmil karena mereka putra dan putri terbaik dari daerah asal masing-masing.

Saat mengunjungi Mabes Polri, sejumlah anggota Paskibraka 2014 pun menyatakan minatnya untuk menjadi anggota Polri.

Mereka pun langsung mendapat tawaran dari Kapolri, Jenderal Sutarman untuk menjadi anggota Polri. 

Tentu bagi mereka akan ada perlakuan khusus, karena mereka sudah punya modal fisik yang mumpuni serta kesiapan mental yang memadai yang didapat selama pelatihan Paskibraka.

Itu soal jangka panjang.

2. Liburan di Dalam Negeri

paskibra cantik
Paskibra cantik (Newsth.com)

Nah, ada penghargaan yang bisa langsung dinikmati, yakni bonusnya berupa liburan.

Contohnya Paskibra Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, saat peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-71, tahun 2017.

Sebanyak  72 anggota Paskibra liburan ke Bali usai melaksanakan tugas pada upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-71 di Lapangan Merdeka, Puncak Indah Malili, Rabu (17/8/2016).

Liburan ke Pulau Dewata tersebut menjadi bonus bagi anggota Paskibra, pendamping, dan pelatih yang susah payah latihan dan melaksanakan tugas dengan baik.

Melalui APBD Luwu Timur tahun anggaran 2016, dianggarkan dana untuk Paskibra senilai Rp 700 juta.

"Rp 300 juta untuk biaya latihan dan sisanya Rp 400 juta untuk bonus liburan," kata Kabid Pemuda dan Olahraga, Dinas Pendidikan Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Luwu Timur, Azis, Sabtu (13/8/2016).

Bonus serupa dirasakan anggota Paskibra Gorontalo HUT Kemerdekaan RI ke-69, tahun 2014.

Kendati gagal mengibarkan bendera, mereka tetap mendapatkan bonus.

Bonus yang diberikan langsung oleh Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie itu berupa paket liburan gratis ke Makassar, Sulawesi Selatan.

Bonus ini diharapkan dapat mengobati kesedihan Paskibra atas insiden bendera setengah tiang yang terjadi pada Minggu (17/8/2014) pagi.

Insiden itu terjadi ketika Pasikbra sedang berusaha menaikkan bendera hingga ke puncak tiang di halaman rumah dinas gubernur.

Penyebabnya adalah tali bendera yang tersangkut di katrol, sehingga bendera tak mampu dinaikkan.

Pria Mesir Lamar Putri Bupati Maros? Prosesi Lamarannya Unik

Puteri sulung Bupati Maros, Hatta Rahman, Nur Indah Lestari (25) telah dilamar oleh seorang putra pengusaha ternama Mesir, M. Gamal Ahmed (28) 12 Agustus 2017 lalu. (HANDOVER)
Puteri sulung Bupati Maros, Hatta Rahman, Nur Indah Lestari (25) telah dilamar oleh seorang putra pengusaha ternama Mesir, M. Gamal Ahmed (28) 12 Agustus 2017 lalu. (HANDOVER) ()

Kabar bahagia datang dari keluarga besar Bupati Maros, Hatta Rahman. Putri pertama Hatta buah pernikahannya dengan Suraida Hatta dikabarkan sudah dilamar seorang pria.

Kabar bahagia tersebut diposting akun bernama Nana Narundana di laman Facebook miliknya, Jumat (18/08/2017). Dalam laman ini, Nana menyebutkan dirinya 

Siapa pria beruntung tersebut? Dalam akun Facebook miliknya, Nana Narundana menyebutkan putri Hatta tersebut dilamar seorang pria Mesir.

Prosesi lamaran atau dalam adat Bugis dikenal dengan istilah Mappetuada berlangsung pekan lalu. Mappetuada merupakan prosesi adat pra-pernikahan Suku Bugis.

Biasanya dilakukan setelah proses ma’manu-manu atau lamaran. Dalam prosesi ini, calon mempelai pria membawa syarat yang telah diajukan pada proses ma’manu-manu.

Prosesi mappetuada putri Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Maros inipun tak biasa dan cukup unik. Bahasa yang dipakai untuk mengantar prosesi tersebut menggunakan tiga bahasa.

Bahasa Indonesia, Inggris, dan Bahasa Arab. Hal ini cukup beralasan karena sang calon menantu pertama dan keluarganya merupakan orang Mesir.

Nana menyebutkan dirinya memandu acara ini dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Dia dibantu lagi dengan seorang translator bahasa Arab.

"Last week event. Acara Lamaran Puteri Pertama Bpk. Hatta Rahman (Bupati Maros).

Ini berkesan. Bagaimana tidak, acaranya berlangsung trilingual. Saya memandu acara dgn Bhs. Indonesia dan English, dan dibantu lagi dengan seorang translator Bhs. Arab,

karena sang calon menantu pertama dan keluarganya merupakan orang Mesir.

Mappettuada rasa konferensi internasional. Bukan lagi ????," tulis Nana Narundana dalam akun Facebooknya.

Namun, dia tidak menyebutkan siapa nama pria Mesir beruntung tersebut. Begitupun nama putri pertama Hatta yang dilamar pria ini.

Dari berbagai sumber, putri pertama Bupati Maros dua periode ini bernama Nur Indah Lestari. Tribun Timur pernah mengulas prestasi gadis kelahiran 24 Mei 1992 tersebut belum lama ini.

Megahnya Rumah Orangtua Bos First Travel

Rumah Direktur Utama PT First Travel Andika Surachman dan istrinya yakni Anniesa Desvitasari, yang merupakan direktur di perusahaan tersebut di perumahan Sentul City, Bogor.Minggu (13/8/2017). Rumah itu sudah diberi garis polisi, Lampu luar tampak menyala walaupun siang hari.
Rumah Direktur Utama PT First Travel Andika Surachman dan istrinya yakni Anniesa Desvitasari, yang merupakan direktur di perusahaan tersebut di perumahan Sentul City, Bogor.Minggu (13/8/2017). Rumah itu sudah diberi garis polisi, Lampu luar tampak menyala walaupun siang hari. (WARTAKOTA/Alex Suban)

Setelah rumah megah di Sentul City Bogor dan butik Anniesa di Kemang Jakarta Selatan, penyidik Bareskrim Polri juga menggeledah rumah orang tua bos First Travel Andika Surachman di Cimanggis, Depok, Jawa Barat, pada Rabu (16/8/2017) sore.

"Hari ini (kemarin) rencana geledah tempat-tempat lainnya terkait First Travel. Di antaranya rumah di Kebagusan dan Cimanggis," ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Martinus Sitompul, dalam keterangan tertulis, Rabu.

Menurut Martinus, penggeledahan dilakukan untuk pencarian bukti guna melengkapi berkas penyidikan kasus penipuan dan penggelepan disertai pencucian uang biro perjalanan umrah First Travel dengan tersangka, Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan.

Dari informasi yang dihimpun, rumah yang dimaksud adalah kediaman orangtua Andika Surachman, Solihin (55) dan Sarifah (53).

Rumah tersebut berada di tengah perkampungan, tepatnya di Kampung Baktijaya, RT 06 RW 28 no 61, Cimanggis, Depok, Jawa Barat.

Rumah tersebut terlihat paling mencolok dan berbeda di antara rumah sejumlah tetangganya.

Selain warna cat krem di dinding dan merah di tiang pondasi tampak masih baru, rumah tersebut adalah satu-satunya bangunan paling besar dengan dua lantai di kampung tersebut.

Direktur Utama PT First Travel Andika Surachman dan istrinya Anniesa Desvitasari.
Direktur Utama PT First Travel Andika Surachman dan istrinya Anniesa Desvitasari. (Facebook)

Rumah tersebut seluas 25x10 meter atau seluas 250 meter persegi.

Bagian kanan dan kiri rumah terdapat garasi mobil.

Sebuah balkon berukuran 4x3 meter persegi tampak di bagian depan lantai dua rumah tersebut.

Rumah megah tersebut mempunyai desain modern.

Rumah megah tersebut menyatu dengan bangunan satu lantai dan dua lantai yang merupakan barisan kontrakan.

Barisan kamar kontrakan itu juga milik sang empunya rumah, orang tua Andika Surachman.

Kontras, rumah para tetangga di sekitarnya hanya terdiri satu lantai dengan luas 50 m sampai 100 meter persegi.

Sebagian rumah para tetangganya juga terlihat ada yang rapuh dengan cat dinding terkelupas.

Seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya menceritakan, rumah megah milik orang tua Andika Surachmanitu baru selesai direnovasi sekitar empat bulan lalu.

Semula rumah tersebut tidak semegah seperti sekarang ini.

Sepengetahuannya, renovasi rumah tersebut menghabiskan dana hingga sebesar Rp1 miliar.

"Awalnya tidak semegah itu, biasa aja. Pas setelah renovasi jadi bagus banget. Kalau kabar dari warga yang bekerja merenovasi rumah, biaya renovasinya habisnya sampai Rp 1 miliar," ujarnya. (Tribun Timur)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved